POJOKSATU.id, JAKARTA --Direktor Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi menyebut batalnya Anies diusung PDIP karena belum ada orang yang mampu meyakinkan Megawati Soekarnoputri.
Menurut Burhanuddin Muhtadi, ada dua faktor yang bisa dilihat dari persoalan Anies dengan PDIP.
Pertama kalkulasi politik praktis dan kedua dilihat dari alasan ideologis.
Kata Burhanuddin, kalau alasan politis maka kemungkinan besar Anies yang diusung sebagai calon gubernur di Pilkada Jakarta oleh PDIP.
“Ada kemenyatuan antara institusi oposisi formal di parlemen dan oposisi non parlemen yang diwakili Anies,” kata Burhanuddin, Selasa (27/8) dalam Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne.
Baca Juga: Jaksa Terdakwa
Kalau alasannya adalah ideologis, Burhanuddin melihat berat, karena sejauh ini ada jarak antara Anies dengan PDIP.
Dia juga mencontohkan, saat Pilgub Jawa Barat 2018 lalu, Ridwan Kamil sudah dekat dengan PDIP dan dikabarkan akan diusung.
Tetapi justru partai tersebut mengusung kadernya sendiri yaitu TB Hasanuddin.
Burhanuddin yakin soal Anies Baswedan itu juga karena belum ada yang mampu meyakinkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Dan kemungkinan PDIP akan mengusung calon sendiri di Jakarta.
Baca Juga: Hari Ini Mulai Pendaftaran ke KPU, Ini Kata Adian Napitupulu Soal Peluang Anies Diusung di Jakarta
“Kalau alasan idologi ya itu calon dari kader sendiri,” katanya.
"Faktor-faktor ini yang menentukan apakah Anies masuk atau tidak sebagai cagub,” lanjutnya.
Bahwa survei Anies adalah yang tertinggi di Jakarta, Burhanuddin mengatakan PDIP biasanya tidak hanya melihat variabel elektabilitas.
Apalagi survei yang menempatkan Anies tertinggi itu dilakukan sebelum adanya perubahan konstelasi politik seperti sekarang. Saat itu, Anies diusulkan maju oleh PKS.
Dan PKS dan partai-partai lain itu bergabung dengan KIM Plus.
Apalagi belakangan pasca Anies tidak jadi diumumkan, muncul nama untuk mengusung kader sendiri seperti mantan Sekjen PDIP yang kini menjadi Sekretaris Kabinet, Pramono Anung.***




