POJOKSATU.id, JAKARTA—Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti ambruknya nilai tukar rupiah yang menyentuh Rp17.901 per Dolar AS pada perdagangan Jumat (29/5/2026).

Anies juga menyoroti kondisi ekonomi Indonesia yang dinilainya berada dalam situasi tidak mudah.

Menurutnya, tekanan ekonomi saat ini mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rumah tangga mulai tabungannya menipis, yang muda merasakan sulit cari pekerjaan, yang sekarang sedang bergerak di perusahaan juga mengalami kesulitan untuk pengembangan,” ujar Anies lewat kanal Youtube miliknya, Jumat, 29 Mei 2026.

Baca Juga: ASN Cabuli Bocah Umur 10 Tahun, Janjinya Mau Beliin Jagung Bakar dan Uang RP5 Ribu

Ia juga menyoroti pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut hingga menyentuh titik terendah dalam sejarah.

Namun menurut Anies, pelemahan Rupiah bukanlah masalah utama, melainkan hanya gejala dari persoalan ekonomi yang lebih besar.

“Mata uang itu sesungguhnya adalah simbol. Kalau penyakit itu namanya gejala, ada masalahnya, cerminnya adalah pada mata uang,” katanya.

Anies kemudian mengibaratkan kondisi ekonomi seperti seseorang yang sedang terserang flu. Suhu tubuh yang panas disebutnya hanya gejala, sementara sumber masalahnya adalah infeksi yang terjadi di dalam tubuh.

Baca Juga: Hanya Satu Diizinkan Diautopsi Polisi, Ayah Ibu Bersama 2 Anaknya Tewas di Tenda Posong Temanggung

“Nah hari ini Rupiah kita melemah, gejalanya. Masalahnya apa?” lanjutnya.

Dia mempertanyakan akar persoalan yang menyebabkan nilai tukar Rupiah terus mengalami pelemahan bahkan mencapai titik terendah.

Dia menilai langkah paling penting yang harus dilakukan pemerintah saat menghadapi situasi ekonomi sulit adalah membangun kepercayaan publik dan pelaku usaha.

Menurutnya, kegiatan ekonomi tidak hanya digerakkan pemerintah, tetapi juga sangat bergantung pada kepercayaan sektor swasta terhadap arah kebijakan negara.

“Langkah yang paling penting adalah membangun kepercayaan. Bagaimana seluruh pelaku itu percaya kepada langkah pemerintah dan sistem pemerintah,” jelasnya.

Anies juga menyarankan pemerintah terbuka kepada publik mengenai kondisi ekonomi yang sedang dihadapi negara.

Menurutnya, sejumlah negara lain telah melakukan langkah serupa agar masyarakat memahami alasan di balik kebijakan yang diambil pemerintah.

“Di samping itu, kita punya problem ruang fiskal yang terbatas, lalu kita punya utang negara yang besar sekali,” tutup mantan Capres 2024 itu.***