Angka 8 dan Zig-zag Ngeselin Bikin Banyak Gagal Ujian Praktik SIM C, Setuju Dihapus saja ?
POJOKSATU.id - Untuk bisa mendapatkan surat izin mengemudi bagi pengendara roda dua atau yang kita kenal dengan SIM C, harus melalui berbagai tes.
Mulai dari tes tulis, sampai ujian praktik. Masyarakat atau pemohon pun tidak kesulitan menjalani tes tulis.
Akan tetapi, banyak pemohon SIM C yang akhirnya gagal di ujian praktik. Salah satunya adalah ujian di angka 8 dan zig-zag.
Ujian praktik ini pula yang banyak dikeluhkan masyarakat karena dinilai terlalu sulit dan tidak masuk akal.
Salah satu alasannya, saat berkendara di jalan umum, tidak mungkin juga pengendara akan mengendarai motornya dengan membentuk angka 8 atau zig-zag.
Jumlah pemohon yang dibuat gagal di angkat 8 dan zig-zag ini ternyata jumlahnya sangat banyak.
Kabarnya, ujian praktik SIM C berbentuk angka 8 dan zig-zag ini akan diubah.
5 ujian praktik SIM C
Untuk diketahui, selain harus menjalani tes tulis, masyarkat pemohon SIM C diharuskan menjalani ujian praktik.
Dalam ujian praktik untuk SIM C itu, ada 5 macam sebagaimana dalam Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 Pasal 62.
Pertama, slalom atau zig-zag, dimana sepeda motor dikendarai secara zig-zag dengan melewati cone atau kerucut.
BACA JUGA: Ujian Praktik SIM akan Diubah, Angka Delapan dan Zig-zag Sudah Usang, Lulus jadi Pemain Sirkus
Cone tersebut ditempatkan sedemikian rupa di sebuah jalur dengan jarak tertentu yang sudah ditentukan.
Para pemohon juga diharuskan menjalankan sepeda motornya dengan kecepatan 10 km/jam.
Selain itu juga dilarang menekan kopling atau melakukan pengereman sebelum sampai di titik yang sudah ditentukan.
Kedua, angka delapan, dimana pemohon SIM C harus melalui jalur berbentuk 2 lingkaran bersusun yang membentuk angka 8.
Akan tetapi tidak bisa sembarangan karena harus mengikuti arah dan jalur yang sudah ditentukan.
Sama dengan zig-zag, disini juga ditempatkan cone di bagian sisi.
Jika pemohon SIM C menurunkan kakinya, menarik kopling atau melakukan pengereman, maka dianggap tidak lulus.
Ketiga, pengereman dan keseimbangan, dimana para pemohon SIM C harus melajukan sepeda motor dengan kecepatan 30 km/jam.
BACA JUGA: Banyak Pemohon SIM Gagal di Ujian Praktik, Polres Metro Bekasi Kota Buka Bimbel
Kemudian melalukan pengereman kombinasi antara rem belakang dan depan sekaligus.
Keempat, reaksi rem menghindar, dimana pemohon wajib bisa melakukan pengereman pada sebuah garis kuning atau patok.
Kemudian melepas rem sampai ke garis hijau lalu berbelok sesuai petunjuk petugas, diakhiri berhenti di garis stop dengan kombinasi rem belakang dan depan.
Terakhi, adalah balik arah alias U-turn.
Di ujian ini, para pemohon melajukan sepeda motornya dan melalukan putaran balik dengan membentuk huruf U.
Tapi ini harus dilakukan di jalan sempit yang sudah ditentukan lebar dan panjangnya.
Lagi-lagi, jika kaki pemohon turun maka dianggap gagal.
Lulus jadi pemain sirkus
Ujian praktik SIM C berbentuk angka 8 dan zig-zag ini kali pertama disinggung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Yakni saat memberikan pengarahan dalam kegiatan Upacara Wisuda STIK Tahun Ajaran 2023 di Lemdiklat Polri, Jakarta Selatan, pada Rabu 21 Juni 2023.
Saat itu, Kapolri meminta Kakorlantas memperbaiki dan menyesuaikan layanan pembuatan SIM C.
Menurut mantan Kabareskrim Polri itu, aturan SIM harus disesuaikan dengan kebutuhan dalam berlalu lintas dan keselamatan di jalan raya yang berlaku saat ini.
“Khusus untuk pembuatan SIM, saya minta Kakorlantas tolong untuk dilakukan perbaikan,” kata Kapolri.
Jenderal Listyo juga meminta agar ada perbaikan pada praktik pembuatan SIM, utamanya praktik berkendara menggunakan jalan menyerupai angka 8 dan zig-zag.
BACA JUGA: Perintah Tegas Kapolri : Aturan Pembuatan SIM Agar tidak Dipersulit
“Yang namanya (ujian Praktik) angka 8 itu masih sesuai atau tidak? Yang namanya zig-zag itu masih sesuai atau tidak? Saya kira kalau sudah tidak relevan tolong diperbaiki,” ujar Listyo.
Mantan Kadiv Propam Polri itu menilai, 2 model praktik pembuatan SIM C tersebut sudah tidak relevan lagi saat ini.
Listyo bahkan mengaku sangsi para personelnya bisa lulus semua saat menjalani praktik SIM C tersebut.
Karena itu Kapolri menantang para wisudawan untuk menjalani tes di Satpas SIM Polda Metro Jaya di Daan Mogot, Jakarta Barat.
“Kalau yang lolos dari situ, nanti lulus pasti bisa jadi pemain sirkus," selorohnya.
Ia juga mengingatkan agar jangan mempersulit masyarakat untuk bisa mendapatkan SIM.
"Jadi hal-hal yang begitu diperbaiki, jadi hakikat yang ingin kita dapat dari seorang pengendara tanpa harus menggunakan hal-hal yang sangat sulit,” ujarnya.
Studi banding ke negara lain
Sebagai tindak lanjut, Korlantas Polri akan melakukan evaluasi ujian praktik SIM C yang disinggung Kapolri.
“Kita akan mengkaji, mengevaluasi, bentuk ujian-ujian praktek lagi. Khususnya di angka delapan sama zig-zag itu apakah masih relevan masih digunakan,” kata Direktur Regident Korlantas Polri Brigjen Yusri Yunus, pada Kamis 22 Juni 2023.
Selain membentuk pokja, Korlantas berencana melakukan studi banding ke sejumlah negara lain.
BACA JUGA: Kapolri Atur Mekanisme Pembuatan SIM, Tarifnya Sudah Ditentukan, Polisi yang Nakal Sudah Diwanti-wanti
"Nanti akan kita lakukan studi banding ke negara-negara yang lain apakah memang tes praktik zig-zag maupun angka 8 ini masih relevan atau tidak,” tambahnya.
Jika masih relevan tapi dianggap sulit oleh masyarakat, maka kemungkinan akan dilakukan penyesuaian jarak atau lebar jalur.
Selain itu, Korlantas juga akan mempertimbangkan inovasi lain dalam regulasi tersebut.
Salah satunya penggunaan sistem pengawasan teknologi canggih yang dapat mempermudah ujian mendapat lisensi mengemudi tersebut.
“Namanya electronic drive. Jadi nanti udah tidak pake cone-cone lagi. Keluar langsung dari dalam tanah untuk membuktikan ada kesentuh atau enggak,” jelasnya.
"Kami coba hitung lagi ukurannya seperti apa yang memberatkan masyarakat. Tetapi tidak lari dari aspek keselamatan dan kompetensi yang memang harus dimiliki oleh para pemohon SIM,” tandasnya.
Jadi, bagaimana menurut Anda? Apakah ujian praktik angka 8 dan zig-zag ini sangat menyulitkan? Atau lebih baik dihapus saja dari ujian praktik SIM C? (Guruh/Pojoksatu)




