POJOKSATU.id - PT Pindad, perusahaan pertahanan terkemuka di Asia, mengumumkan rencana produksi mandiri roket RHAN 122B.

Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian Indonesia dalam bidang peroketan. Roket RHAN 122B diharapkan menggantikan kebutuhan akan impor amunisi roket, seperti RM 70 Vampire.

Program roket R-Han 122B telah dimulai sejak tahun 2014 menggunakan dana APBN.

Uji dinamis pertama dilakukan pada Juni 2015, diikuti oleh uji dinamis kedua pada Agustus 2015.

Baca Juga: PTDI Telat Bayar Gaji Karyawan Bulan November, Begini Penjelasan dan Komitmen Pembayaran

Dengan langkah ini, Indonesia berpotensi mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan produksi alat pertahanan nasional.

PT Pindad, yang telah menghasilkan berbagai produk unggulan seperti senapan serbu, tank Harimau, dan alat mesin pertanian, kini menambahkan produksi roket sebagai langkah strategis dalam visi mereka sebagai produsen alat pertahanan terkemuka.

Semoga produksi roket RHAN 122B ini memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan pertahanan Indonesia.

PT Pindad, sebagai salah satu industri pertahanan terkemuka di Asia, tengah melangkah maju dengan rencana produksi mandiri roket RHAN 122B.

Baca Juga: Lagi, Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto Pamer Kemesraan saat Kunjungi PT Pindad Bandung

Langkah ini tidak hanya menunjukkan kemampuan teknologi yang semakin matang dalam bidang pertahanan, tetapi juga menjadi langkah strategis Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor amunisi roket dari luar negeri.

Roket RHAN 122B diharapkan bukan hanya menjadi alat pertahanan baru bagi Indonesia, tetapi juga membuka peluang kerja sama dalam pengembangan teknologi peroketan dengan negara-negara lain.

Keberhasilan produksi mandiri roket ini dapat menjadi tonggak sejarah dalam industri pertahanan nasional, menciptakan peluang ekspor teknologi pertahanan Indonesia ke pasar global.

Baca Juga: Bey Machmudin Dampingi Presiden Jokowi ke PT Pindad

Dengan jajaran produk unggulannya yang telah diakui, PT Pindad memperluas portofolio dengan melibatkan produksi roket.

Hal ini menandai komitmen kuat perusahaan untuk menjadi pelopor dalam industri pertahanan.

Langkah progresif ini juga sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam sektor industri pertahanan di tingkat global.***