POJOKSATU.id, PANYABUNGAN—Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Lubis mendukung tes rambut dilakukan kepada semua anggota DPRD Madina terkait narkoba.

Menurut politisi Partai Gerindra ini, sebaiknya tes rambut kepada anggota DPRD Madina ini dilakukan tiba-tiba atau mendadak.

Pojoksatu.id sengaja menginformasi terkait dugaan keterlibatan empat oknum anggota DPRD Madina memakai narkoba kepada Erwin pada Jumat sore (22/5) sekitar pukul 17.00 WIB.

Erwin lalu memberikan jawaban sekitar pukul 19.00 WIB melalui pesan WhatsApp.

Baca Juga: Oknum DPRD Madina dan Kepala OPD Diduga Terlibat Narkoba, IPM Desak BNN Tes Rambut

Untuk usulan masyarakat agar dilakukan tes rambut bagi anggota DPRD, Erwin memberikan jawaban.

“Sangat baik bro, dan semestinya di lakukan tiba-tiba supaya murni hasil test-nya,” ujarnya.

Sementara jika ada anggota DPRD yang terlibat narkoba, menurut Erwin harus ditindak tegas.

“Ya harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Sementara terkait maraknya kasus sabu-sabu dan ganja di Mandailing Natal saat ini, Erwin mengutuk keras hal itu.

Baca Juga: Cinta Alwi

“Kita mengutuk keras terutama bagi para bandar dan becking-becking-nya,” ujarnya.

Seperti diketahui, Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM) Tan Gozali Nasution mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) Madina atau BNN Sumut melakukan tes rambut bagi pegawai Pemkab Madina dan juga anggota DPRD Madina.

Menurut Tan, beberapa oknum anggota DPRD Madina diduga memakai narkoba seperti inisial E, I, S dan M.

“Kami mendesak BNN baik BNN Sumut maupun BNN Mandailing Natal melaksanakan tes rambut bagi pegawai Pemkab Madina dan juga anggota DPRD Mandailing Natal,” ujarnya.

“Jika positif menggunakan narkoba maka harus ditindak tegas, dilakukan pemecatan oleh bupati. Sementara oknum anggota DPRD yang terlibat harus dipecat oleh partainya dan di-PAW sebagai anggota dewan,” jelasnya lagi.

Tan Gozali mengutuk perbuatan anggota Dewan ini disebabkan perbuatan mereka melukai hati rakyat. Sumber gaji mereka adalah hasil dari pajak rakyat, malah dipakai narkoba.

“Tak seharusnya pejabat itu melakukan perbuatan seperti itu,” ujarnya.***