POJOKSATU.id, Samarinda - Saat penetapan Hari Lahir Pancasila sebagai hari libur Nasional, Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila 1 Juni, bukan hanya sekedar hari libur Nasional.

Melainkan, hari tersebut menjadi moment sakral lahirnya ideologi Negara yang harus dirayakan oleh rakyat Indonesia.

Adanya penetapan itu pun bertujuan agar bangsa Indonesia bisa mengingat dan mengetahui asal usul Pancasila. Sehingga, Pancasila bisa terus diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Baca Juga: Anggota komisi III DPRD Kaltim Bagus Susetyo: Kontraktor Lokal Harus Ikut Andil dalam Pembangunan IKN Nusantara

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) yang juga selaku Sekretaris DPD PDI Perjuangan Ananda Emira Moeis juga mengungkapkan hal yang serupa.

Ia mengajak bangsa Indonesia untuk tetap menghormati sejarah Pancasila. Sebab menurutnya Pancasila merupakan landasan negara yang tak boleh dilupakan.

“Jangan sampai berpikir, Hari Lahir Pancasila ini hanya sebagai hari libur Nasional saja. Setelah itu sudah, begitu saja. Jangan. Hari Lahir Pancasila adalah hari bersejarah bagi kita semua,” katanya.

Ia menambahkan, moment Hari Lahir Pancasila ini bukan hanya sekedar upacara biasa. Namun, maknanya sangat luar biasa.

Sebab, moment ini adalah pengingat bangsa Indonesia terhadap perjuangan para proklamator beserta seluruh jajarannya.

“Para pejuang kita menyiapkan kemerdekaan Indonesia dan pondasi-pondasi untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kita cintai. Semua ini harus kita jaga terus ke depannya,” tegasnya.

Untuk menjaga Pancasila agar tetap hidup di hati bangsa Indonesia, Ananda menyarankan agar masyarakat melibatkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, Pancasila harus menjadi way of life yang menjadi pegangan dalam berbangsa dan bernegara.

“Ingat, gotong royong itu Indonesia. Berbanggalah menjadi orang Indonesia. Sekali lagi, PDI Perjuangan Kaltim mengucapkan selamat merayakan lahirnya Pancasila 1 Juni 1945,” kunci Anggota Komisi IV DPRD Kaltim itu. (*/pojoksatu)