POJOKSATU.id, JAKARTA-- Politisi senior PDI Perjuangan (PDIP) Mayjen TNI TB (P) Hasanuddin mengaku tersinggung dengan pencopotan baliho bendera PDI Perjuangan dan baliho capres - cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Kabupaten Gianyar, Bali.
Pencopotan baliho Ganjar-Mahfud MD tersebut dilakukan di sepanjang jalan menuju tiga lokasi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Tiga lokasi baliho Ganjar-Mahfud MD dimaksud yakni Batu Bulan, Kabupaten Gianyar serta di daerah Kota Denpasar, Bali.
"Sebagai kader PDI Perjuangan saya merasa tersinggung dengan pencabutan baliho Pak Ganjar dan Pak Mahfud," kata TB Hasanuddin saat dihubungi, Rabu (1/11/2023).
Baca Juga: Netralitas Jokowi Dipertanyakan di Pilpres 2024, Kunjungan Negara Malah Digunakan Kampanye Politik
Anggota Komisi I DPR RI ini sangat tersinggung bendera kebanggaan partainya diturunkan, sesaat bersamaan kunjungan negara Presiden Jokowi tersebut.
Hasanuddin menilai, sikap segelintir orang menurunkan bendera tersebut seakan telah menginkak harga diri para kader.
"Bendera yang merupakan lambang kebanggaan kami hanya karena ada kunjungan Presiden ke Bali untuk meninjau harga. Aneh kan?," cetusnya.
Karena itu, sebagai anggota DPR RI, TB Hasanuddin memertanyaka aturan yang dilanggar pihaknya, sehingga baliho dan bendera PDI Perjuangan dicabuti saat kunjungan negara Presiden Jokowi.
Baca Juga: Prediksi Skor West Ham vs Arsenal Carabao Cup 2 November: The Hammers Punya Modal Bagus
Apalagi, kata dia, Pulau Bali merupakan basis massa PDI Perjuangan, sehingga sangat wajar bila bendera PDIP banyant terpasang di berbagai sudut di Pulau Dewata itu.
"Perlu juga diingat selama ini Pulau Bali merupakan basis massa PDI Perjuangan jadi wajar-wajar saja bila baliho dan bendera PDI Perjuangan banyak dipasang disana," tegasnya.
Tak hanya itu, TB Hasanuddin menegaskan pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait pencabutan baliho dan bendera PDI Perjuangan.
Bahkan pihak-pihak yang melakukan penopotan baliho dan bendera PDIP tidak akan diberi ampun.
Baca Juga: Dua Pelaku Perundungan Siswa SMP di Cilacap Divonis 2 Tahun Penjara dan 6 Bulan Penjara
"Yang jelas kami akan selidiki lebih lanjut, apakah pencopotan ini merupakan satu upaya provokasi atau apa. Tentu kami tak akan diam saja," tegasnya.
Sebelumnya, petugas Satpol PP Bali, melakukan pembersihan bendera PDIP dan baliho calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjelang Kunjungan Kerja (Kunker) Presiden Jokowi di Balai Desa Batu Bulan, Kabupaten Gianyar Bali, pada Selasa (31/10/2023) sekitar pukul 10:20 WITA.
Petugas Satpol PP awalnya mencopot sejumlah bendera Partai PDIP yang memang banyak dipasang di area pagar tembok Balai Desa Batu Bulan.
Anggota juga mencopot sebuah baliho Capres dan Cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD yang tepat berada di seberang jalan atau di depan Balai Desa Batu Bulan.
Atas hali itu, reaksi para kader PDIP terus membara pasca insiden pencopotan baliho dan bendera tersebut.***



