POJOKSATU.id – Anggaran raksasa program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan setelah Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan rencana mengevaluasi seluruh alokasi dana.
Pemeriksaan besar-besaran itu dijadwalkan dimulai pekan depan, memunculkan tanda tanya besar, seberapa banyak pos anggaran yang akan dipangkas?
Purbaya secara terbuka menegaskan bahwa penyisiran kali ini tidak main-main.
Baca Juga: Telkom Gaet Mitra Global, Percepat Transformasi Digital Bank Pembangunan Daerah
Ia akan menelusuri setiap detail anggaran program sosial terbesar yang pernah digulirkan pemerintah.
“Minggu depan akan saya lihat line per line anggaran mereka. Nanti kami lihat mana yang double counting,” ujar Purbaya dikutip pojoksatu.id dari antaranews 20/1/2026
Ia menambahkan bahwa bukan tidak mungkin ada sejumlah pos yang langsung dicoret.
Baca Juga: Catat Tanggalnya! Pengumuman PPPK Kemensos 2026 Diundur, Ini Jadwal Resmi Terbaru
“Lumayan kan bisa saya coret (pos anggaran). Tapi saya akan lihat, masih ada atau nggak (pos anggaran) itu,” katanya.
Sikap tegas ini muncul setelah pemerintah menilai penyerapan anggaran MBG selama ini tidak optimal.
Dengan alokasi mencapai Rp335 triliun, Purbaya menilai realisasi tahun ini kemungkinan jauh di bawah angka tersebut.
Baca Juga: Akhirnya Ditemukan Semua! Hari ke-7 Pencarian ATR 42-500 Temukan Korban ke-10
“Kalau kami hitung, paling Rp200 triliun juga cukup mungkin. Tapi nanti kami lihat. Kami akan lihat yang inefisien saja. Tapi program itu program bagus, kami akan dukung supaya jalannya maksimal,” ujar dia.
Langkah evaluasi ini disebut sebagai upaya merapikan anggaran agar program yang menyasar anak sekolah dan kelompok rentan itu tidak menyisakan pemborosan.
Sejumlah pos belanja, termasuk pengadaan yang dinilai tidak relevan, akan menjadi sasaran utama pemeriksaan.
Pekan depan diprediksi bakal menjadi momen penting bagi kelanjutan MBG.
Baca Juga: Lagi-lagi MBG Jadi Jagoannya, Viral Prabowo Sebut 600 Ribu Pekerja Lahir dari Dapur MBG di WEF
Publik kini menantikan sejauh mana reformasi anggaran ini akan mengubah struktur pembiayaan program jumbo yang selama ini menjadi kebanggaan pemerintah.***




