POJOKSATU.ID - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan pentingnya penggunaan anggaran negara secara tepat dan bertanggung jawab, khususnya di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Ia menegaskan setiap rupiah yang dialokasikan harus benar-benar memberikan manfaat bagi keamanan dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Pesan tersebut disampaikan Purbaya saat menghadiri forum panel dalam Rapat Pimpinan (Rapim) Polri bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Rabu (11/2/2026).
Dalam paparannya, Menkeu menekankan bahwa stabilitas nasional merupakan fondasi utama dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Tanpa keamanan dan kepastian hukum, menurutnya, mesin ekonomi domestik tidak akan berjalan optimal.
“Selama bisa menjaga pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi domestik, kita tidak perlu takut negara akan morat marit. Jadi fokus kita menjaga itu dengan bantuan Polri, Mendagri, dan lainnya untuk memastikan mesin pertumbuhan dalam negeri berjalan dengan baik,” ujar Purbaya, dikutip pojoksatu.id dari CNBC Indonesia.
Ia menjelaskan, stabilitas nasional yang dinamis tidak hanya bergantung pada kebijakan fiskal, tetapi juga pada keberhasilan berbagai program pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus dibarengi dengan kepastian hukum yang tegas agar iklim usaha tetap kondusif.
Dalam konteks tersebut, Purbaya menyoroti pentingnya peran Polri dalam mendukung kemudahan investasi di Indonesia.
Baca Juga: KKB Papua Berulah Lagi! Serang Rombongan Kendaraan PT Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur di KM 50
Pemerintah saat ini telah menggagas berbagai inisiatif, termasuk kanal debottlenecking untuk mengurai hambatan birokrasi dan regulasi yang kerap mengganggu sektor usaha.
Menkeu pun mengajak institusi Polri untuk terlibat aktif dalam mengatasi berbagai kendala di lapangan, terutama yang berkaitan dengan kepastian hukum dan rasa aman bagi pelaku usaha serta investor.
“Mungkin ke depan saya minta Pak Kapolri atau wakilnya di sini, supaya kita bisa mem-follow up hal-hal yang terjadi,” ucapnya.
Terkait anggaran, Purbaya memaparkan bahwa dukungan pemerintah terhadap Polri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam periode 2021 hingga 2026, anggaran belanja Polri tumbuh rata-rata 5,7 persen per tahun.
Baca Juga: PDIP Blak-blakan! Purbaya dan Gus Ipul Disebut Biang Kegaduhan PBI Nonaktif, Rakyat Jadi Korban
Kenaikan tersebut dialokasikan untuk memperkuat kapasitas operasional, meningkatkan kualitas pengamanan, serta mendukung modernisasi peralatan.
Dengan kapasitas yang semakin baik, Polri diharapkan mampu menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha.
Namun demikian, Purbaya mengingatkan bahwa peningkatan anggaran harus diiringi dengan akuntabilitas dan efektivitas penggunaan dana.
Baca Juga: Banjir Kiriman Bogor Ancam Bekasi, TMA P2C Capai 650 Cm: Warga Bantaran Kali Diminta Siaga!
Ia menegaskan bahwa setiap rupiah dari uang negara harus dipastikan berdampak nyata bagi ketertiban dan pertumbuhan ekonomi.
“Jadi tolong uang yang dianggarkan dipakai betul-betul setiap rupiahnya agar bermanfaat bagi ekonomi kita, memperkuat ketertiban dan memberikan keamanan yang maksimal,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa pengelolaan anggaran negara tidak semata soal besaran dana, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan profesional dalam penggunaannya.
Baca Juga: Banjir Kiriman Bogor Ancam Bekasi, TMA P2C Capai 650 Cm: Warga Bantaran Kali Diminta Siaga!
Di tengah tantangan ekonomi global, sinergi antara kebijakan fiskal dan stabilitas keamanan dinilai menjadi kunci menjaga ketahanan ekonomi nasional.
Dengan kolaborasi antara Kementerian Keuangan, Polri, dan kementerian terkait lainnya, pemerintah berharap mesin pertumbuhan ekonomi domestik tetap kuat dan mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakat luas.***




