POJOKSATU.id, JAKARTA-- Raja Yordania Hasyimiah, Abdullah II Ibn Al Hussein, yang melakukan lawatan ke Indonesia, ikut mengomentari kejadian ledakan bom di SMAN 72 Kelapa Gading Jakarta Utara.

Raja Abdullah II menganggap serangan itu mengerikan dan mengecam keras kasus ledakan bom di SMA Negeri 72 Jakarta yang dilakukan pelaku Fadel Nazriel.

Mulanya Raja Abdullah membuka pidatonya dengan menyampaikan terima kasih atas upacara penyambutan yang hangat dan meriah yang disiapkan Presiden Prabowo.

"Senang sekali bertemu dengan Anda dan atas nama saya sendiri dan seluruh delegasi kami, saya ingin berterima kasih atas sambutan yang sangat hangat dan murah hati yang telah kami terima kembali di Jakarta," ujarnya dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jumat (14/11).

Baca Juga: Gubernur DKI: Kejadian Ledakan di SMAN 72 Bukan karena Kasus Bullying, Tapi dari Hasil Pengaruh Tontotan

Raja Yordania mengutuk keras insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta yang baru-baru ini terjadi dan menggemparkan publik.

"Dan sekali lagi, kami sebagai negara mengutuk keras serangan mengerikan yang menargetkan sekolah menengah Anda," kata dia.

Ia menegaskan komitmen Yordania untuk selalu mendukung Indonesia dalam setiap hal.

"Kami mengutuk ini dan seperti yang Anda ketahui, Yordania akan selalu mendukung Anda dalam segala hal," ujarnya.

Selain kasus ledakan bom di SMAN 72, dia juga menyampaikan belasungkawa atas bencana banjir yang belakangan terjadi di ibu kota Jakarta dan beberapa daerah di Indonesia.

Baca Juga: Nestapa Korban Ledakan Bom SMAN 72, Ayah: Anak Saya Luka Parah Masa Depannya Bagaimana

Diketahui, kasus ledakan bom saat pelaksanaan salat Jumat di lingkungan SMA Negeri 72 Jakarta terjadi di masjid sekolah dan di samping bank sampah.

Sebanyak 96 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut. Dimana pelaku mengalami luka parah dan satu korban siswa juga mengalami luka parah.

Hingga Kamis, 13 November 2025, sedikitnya 20 siswa masih menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit di Jakarta.

Pelaku merupakan salah satu siswa kelas XII di SMAN 72 Jakarta yang bernama Fadel Nazriel yang motif sementara disebut polisi karena pelaku terinspirasi konten kekerasan di media sosial.***