POJOKSATU.ID - Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade melontarkan kritik keras terhadap kinerja manajemen Perumda Air Minum (PDAM) Kota Padang.

Ia secara terbuka mendesak Wali Kota Padang, Fadly Amran, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh hingga mencopot Direktur Utama PDAM yang dinilai gagal menjalankan tugas secara optimal.

Andre menilai, buruknya kinerja PDAM terlihat dari masih banyaknya keluhan masyarakat terkait distribusi air bersih.

Baca Juga: Pemprov Jabar Murka Alih Fungsi Lahan Perhutani, Longsor Pasirlangu Jadi Peringatan Keras

Padahal, pemerintah pusat disebut telah mengucurkan berbagai dukungan infrastruktur untuk meningkatkan layanan air minum di Kota Padang.

“Keluhan air bersih masih terjadi di banyak wilayah. Ini menunjukkan ada masalah serius dalam pengelolaan,” ujar Andre, dikutip pojoksatu.id dari

Menurut Andre, persoalan air bersih bukan hanya menyangkut pelayanan dasar, tetapi juga menyangkut hak masyarakat.

Baca Juga: Kementerian Lingkungan Hidup Selidiki Penyebab Terjadinya Longsor di Kabupaten Bandung Barat

Ia menyayangkan kondisi tersebut terjadi di tengah ketersediaan infrastruktur yang seharusnya mampu menunjang distribusi air secara maksimal.

Tak hanya mendesak evaluasi internal, Andre juga meminta aparat penegak hukum, khususnya Polda Sumatera Barat, untuk melakukan audit terhadap pengelolaan PDAM Kota Padang.

Audit tersebut dinilai penting guna memastikan transparansi, akuntabilitas, serta mencegah potensi penyimpangan dalam tata kelola perusahaan daerah tersebut.

Baca Juga: Ferry Irwandi 'Kesejahteraan Guru Honorer Jadi Fondasi Utama Kurikulum yang Berkualitas'

Desakan Andre Rosiade turut mendapat dukungan dari Fraksi Gerindra DPRD Kota Padang.

Mereka menilai jajaran manajemen PDAM kurang memiliki sense of crisis, terutama dalam merespons kondisi darurat seperti dampak banjir bandang yang sempat melanda sejumlah wilayah di Padang.

Fraksi Gerindra DPRD Padang menilai, PDAM seharusnya hadir lebih cepat dan tanggap dalam memastikan pasokan air bersih bagi warga terdampak bencana.

Namun yang terjadi justru sebaliknya, keluhan masyarakat terus bermunculan tanpa solusi konkret.

Baca Juga: Viral Serangan RPG Koyak Pagi Filipina! Walikota Lolos dari Maut, Tiga Penyerang Tumbang Seketika

Kritik terhadap manajemen PDAM ini dinilai sebagai bentuk dorongan agar Pemerintah Kota Padang berani melakukan pembenahan serius.

Andre menegaskan, pergantian pimpinan bukan sekadar soal jabatan, tetapi tentang memperbaiki kualitas layanan publik.

Ia berharap Wali Kota Padang tidak ragu mengambil langkah tegas demi kepentingan masyarakat.

Baca Juga: Guru Mutasi dan Pengganti Masih Dapat TPG? Ini Skema Pembayaran yang Jarang Dijelaskan

Menurut Andre, keberanian melakukan evaluasi dan pergantian manajemen menjadi kunci untuk memperbaiki kinerja PDAM ke depan.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pihak PDAM Kota Padang terkait desakan tersebut.

Baca Juga: SKTP Otomatis Terbit 2026! Perubahan Sistem yang Bikin Banyak Guru Kaget

Publik pun menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Padang dalam menyikapi kritik dan tuntutan yang disampaikan DPR RI.***