POJOKSATU.id, JAKARTA— Politisi Demokrat Andi Arief mengakui Partai Demokrat berbeda pendapat dengan Ketua Partai Nasdem Surya Paloh soal cawapres pendamping Anies Baswedan.
Andi Arief berharap Deklarasi Capres Cawapres Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) tidak dilakukan pada menit terakhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Partai Demokrat berbeda pendapat dengan Pak Surya Paloh. Saatnya Anies Baswedan mandiri dan tentukan sikap,” ujar Andi Arief melalui akun Twitternya seperti dilihat, Senin (7/8).
Baca Juga: 43 Tahun Berbaju Golkar, Surya Paloh Ngaku Tahu Kenapa Airlangga Tak Dukung Anies
Andi Arief yang juga Ketua Bappilu Partai Demokrat ini menerangkan, Anies Baswedan seharusnya tidak lama mendeklarasikan secara resmi cawapresnya.
"Bisa keliru jika dua menit terakhir penentuan cawapres," ujar Andi lagi.
Dia menjelaskan, KPP yang diisi Partai Demokrat, Nasdem, dan PKS, berbeda corak dengan Koalisi lain.
"Koalisi lain mungkin punya strategi cawapres last minutes. Koalisi Perubahan tidak harus demikian," tuturnya.
Maka dari itu, Andi menegaskan pemikiran Partai Demokrat terkait pola deklarasi capres-cawapres tidak seperti Nasdem yang justru terkesan mengulur-ngulur waktu.
KPP yang diinisiasi Partai Demokrat, Partai Nasdem dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), didesak segera mengumumkan bakal Cawapres pendamping Anies Baswedan.
Desakan itu disampaikan Ketua Bappilu DPP Partai Demokrat, Andi Arief, melalui akun media sosial X, platform yang sebelumnya bernama Twitter, Senin (7/8).
"Koalisi lain mungkin punya strategi Cawapres last minute. Koalisi perubahan tidak harus demikian," kata Andi.
Posisi calon Wapres dipandang memiliki peran sangat penting. Sebab, figur Cawapres memiliki andil besar dalam mendongkrak elektabilitas dan merebut kemenangan di Pilpres 2024.***




