POJOKSATU.ID - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dikejutkan oleh ancaman bom yang tertuang dalam sebuah surat kaleng. 

Pihak universitas merespon cepat dengan melakukan evakuasi dan melibatkan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan. 

Namun, di tengah upaya penanganan yang sigap, muncul berbagai pertanyaan dan kritik dari masyarakat, khususnya terkait prosedur keamanan kampus.

Salah satu sorotan utama adalah terkait sistem keamanan kampus yang telah dilengkapi dengan CCTV. 

Baca Juga: Indonesia Pernah Libas Jepang 7-0! Momen Bersejarah Terulang di Laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Bakal Terulang?

Netizen mempertanyakan mengapa dengan adanya fasilitas tersebut hingga terjadi ancaman serta identitas pelaku ancaman sulit diidentifikasi. 

Selain itu, alasan di balik ancaman bom yang tertuang dalam surat kaleng juga menjadi tanda tanya. 

Motif di balik ancaman tersebut masih belum jelas dan menimbulkan berbagai spekulasi. 

Pihak Unpar melalui menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan segala upaya untuk memastikan keamanan seluruh civitas akademika tertuang dalam edaran siaran pers.

Baca Juga: Ditemukan 10 Ribu Rekening Terafiliasi Judi Online, Komdigi dan OJK Lakukan Pemblokiran

Pada surat kaleng ang dikirimkan tertulis mengatasnamakan diri dari Jamaah Anshanut Daulah serta memperingatkan terkait pelaksanaan serangkaian acara wisuda pada tanggal 15-17 November 2024.

Serta meminta pembatalan kegiatan serta hal hal yang berhubungan dengan acaranya tersebut.

Disisi lain pengirim mengintruksikan untuk tidak menimbukan kegaduhan atau kepanikan massal dan tidak melibatkan aparat.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang pentingnya meningkatkan kewaspadaan dan keamanan di lingkungan kampus. 

Ancaman bom tidak hanya menimbulkan kepanikan, tetapi juga mengganggu kegiatan belajar mengajar di kampus Universitas Katolik Parahyangan (Unpar).***