POJOKSATU.id, JAKARTA-- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai penegakan hukum era Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat ini alami kemajuan banding masa SBY.

Menurut Anas Urbaningrum, penegakan hukum di Indonesia sekarang ini mengalami kemajuan dari era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Justru saya menilai lebih maju,” tegas Anas Urbaningrum kepada wartawan di Lapangan Silang Monas, Jakarta, Sabtu (15/7).

“Pasti, pasti tidak seperti yang dulu,” katanya lagi.

Seperti diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyoroti hukum dan keadilan di Indonesia.

AHY menilai penegakan hukum khususnya pemberantasan korupsi di Indonesia masih sering tebang pilih.

Tak hanya itu, putra sulung SBY itu juga menyoroti penegakan hukum di Tanah Air lebih sering tajam ke lawan dan tumpul ke kawan.

“Demokrat mencermati, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi dinilai sering tebang pilih. Tajam ke bawah, tumpul ke atas. Tajam ke lawan, tumpul ke kawan," ujar AHY dalam pidato politiknya, Jumat malam (14/7).

Pernyataan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato politiknya yang menyoroti penegakan hukum di Tanah Air sering tajam ke lawan dan tumpul ke kawan, memicu pro dan kontra.

Selain masalah hukum, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengkritik kebijakan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuat utang terus naik saat ekonomi menurun.

AHY mengatakan pertumbuhan ekonomi stagnan selama 9 tahun terakhir. Bahkan, perekonomian tumbuh rendah di bawah janji Jokowi sekitar 7 persen.

Sementara itu ketika ekonomi tumbuh rendah, yang meroket justru utang, baik utang pemerintah maupun BUMN.

AHY mengatakan ada pihak yang menjadikan pandemi Covid-19 alasan ekonomi tumbuh rendah. Ia menyebut klaim pihak tersebut hanya separuh benar.

Menurutnya, alasan itu tidak bisa dibenarkan. Ia mengatakan perekonomian Indonesia sudah stagnan sejak periode pertama Jokowi.

"Sebelum pandemi datang, ekonomi kita juga sudah mengalami permasalahan sehingga mesti ada sebab dan faktor yang lain di luar pandemi," ujarnya. (ikror/pojoksatu)