POJOKSATU.id, JAKARTA-- Ketua Umum PKN, Anas Urbaningrum menjawab terkait janjinya bakal digantung di Monumen Nasional (Monas) jika terbukti melakukan korupsi Hambalang.
Anas menuturkan pernyataan dirinya beberapa tahun silam itu hanyalah sebuah kiasan bahwa harapan harus digantung setinggi-tingginya. Bukan dirinya yang langsung digantung di Monas.
"Ya, makanya harapnya adalah gantungkan harapanmu di atas langit, di bawah langit ada Monas," kata Anas kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (15/7/2023).
Anas mengaku tak mempermasalahkan jika masih ada pihak yang menagih janjinya itu.
Menurut mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu, pihak tersebut memiliki motif politik tertentu kepada dirinya.
"Tidak apa-apa, karena itu digerakkan oleh grup yang memang punya kepentingan politik tersendiri, silahkan saja," ucapnya.
Namun, Anas menegaskan tidak ingin ada lagi kezaliman hukum menimpa orang lain sebagaimana dia rasakan, dihukum selama 8 tahun penjara karena menjadi korban politik.
Kendati begitu, Anas enggan untuk menyebut nama pihak yang telah menzoliminya.
"Saya tidak ingin menyebut nama karena yang penting adalah bukan orangnya bukan namanya," ujarnya.
"Jadi buat saya orangnya siapa, namanya siapa itu bukan sesuatu yang penting disebutkan gitu," sambungnya.
Untuk diketahui, pada 9 Maret 2012 silam, Anas pernah berjanji apabila terbukti korupsi proyek Hambalang maka dia siap digantung di Monas Jakarta.
Satu tahun setelahnya, tepatnya pada pada Februari 2013, Anas ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Anas menjalani masa hukuman selama 8 tahun lamanya di Lapas Suka Miskin, Bandung.
Reporter : Mufit




