POJOKSATU.id - Gempa Kabupaten Bandung mengguncang dengan kekuatan magnitudo 5.0 pada kedalamam 10 km.
Gempat tersebut megguncang dengan episentrum atau titik pusat sekitar 24 km Tenggara Kabupaten Bandung pada 09:41:08 WIB.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, ada sejumlah gempa susuln yang terjadi dengan kekuatan yang lebih kecil.
Baca Juga: Korban Gempa M 5,0 di Kabupaten Bandung dan Garut Dilarikan ke Faskes Terdekat
Hasil monitoring sampai puklu 10.10 WIB sudah terjadi sebanyak lima gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 3.1.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan, memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas Sesar Garsela.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal)," ucap Daryono.
Baca Juga: BMKG: Ada 5 Gempabumi Susulan dengan Magnitudo Terbesar 3,1
Getaran gempa dirasakan di sejumlah daerah diantaranya Lembang, Parompong, Bandung Barat, Baleendah, Garut dan Cileunyi.
Dipastikan gempa tidak berpotensi memicu tsunami karena terjadi di darat.
Dampak dan Korban
Sementara, ada sejumlah hasil analisisi gempa Kabupaten Bandung yang dirilis melalui laman vsi.esdm.go.id.
Baca Juga: Sesar Garsela Pemicu Gempa Kabupaten Bandung, Sesar Paling Aktif di Jawa Barat dan Sejarahnya
Di Kabupaten Bandung, berdasarkan informasi, gempa mengakibatkan 5 orang luka berat, 14 luka sedang dan 1 luka ringan.
Sementara bangunan terdampak dilaporkan antaranya 2 bangunan fasilitas pendidikan, 2 gedung pemerintah dan 2 unit tempat ibadah.
Lalu kerusakan rumah dialami warga di Desa Cihawuk, Desa Cibeureum dan Desa Tarumajaya, Kabupaten Bandung.
Sedangkan di Kabupaten Garut, gempa bumi ini berdampak pada 7 unit rumah dan 1 unit fasilitas pendidikan.
Rekomendasi
Terkait hal ini, juga dikeluarkan sejumlah rekomendasi.
Baca Juga: Imbas Gempa Bumi Berkuatan 5,0 SR, BPBD Jabar: Ada Banyak Bangunan Rusak
Pertama, masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan.
"Dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," imbau rilis tersebut.
Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan, diminta agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Bangunan di Kabupaten Bandung juga harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan dan harus dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi.
Baca Juga: Gempa Kabupaten Bandung, 11 KA Sempat Terganggu dan di Berhentikan Luar Biasa
"Karena Kabupaten Bandung tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktura," sambung rilis itu.
Terakhir, disampaikan bahwa gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan dan bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.***




