POJOKSATU.id, JAKARTA-- Presiden Prabowo Subianto secara mengejutkan menyampaikan di Sidang Kabinet Paripurna bahwa dia bukan Presiden Boneka yang diperintah Jokowi (Joko Widodo).
Salah satu pengamat politik yaitu Hendri Satrio memberikan analisa terkait pernyataan dari Presiden Prabowo Subianto yang baru 6 bulan menjabat ini.
Pernyataan soal Presiden Boneka ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Merdeka, Senin 5 Mei 2025.
Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Hendri Satrio, menilai bantahan Prabowo bukan hal yang mengejutkan. Sebab ia menilai sejak awal Prabowo memang sosok presiden yang independen.
"Beliau memang tahu dan mengerti cara berterima kasih kepada Pak Jokowi, tapi dalam penyelenggaraan negara beliau punya visi misi sendiri," katanya, Senin (5/5/2025).
Hensat, panggilan akrab Hendri Satrio, melanjutkan Prabowo berkomitmen menunaikan janji-janji kampanye yang telah disampaikan kepada rakyat.
Sehingga Founder Lembaga Survei Kedai KOPI itu meyakini Prabowo pasti akan fokus menjalankan pemerintahannya dan tidak ada satupun pihak yang bisa mengintervensi.
Baca Juga: Seorang Warga Keluhkan Pelayanan RSUD Karawang Usai Bayi Pertamanya Meninggal
"Presiden Prabowo independen dalam mengimplementasikan kebijakan agar tujuan kampanyenya berhasil," kata dosen ilmu politik Universitas Paramadina itu.
Dalam sidang kabinet Prabowo Senin (5/5), dia menegaskan bahwa hubungan konsultatif dengan Jokowi merupakan hal yang wajar dalam proses transisi pemerintahan.
“Saya dibilang presiden boneka, saya dikendalikan oleh Pak Jokowi. Seolah Pak Jokowi tiap malam telepon saya. Saya katakan itu tidak benar,” tegas Prabowo di hadapan para menteri.
Prabowo menegaskan selama ini dia memang konsultasi dengan Jokowi, karena menurut Prabowo, mantan Presiden Jokowi ini seorang yang bijak dan 10 tahun menjadi Presiden RI.
"Bahwa kita konsultasi, dia itu seorang pemimpin yang bijak. Konsultasi, minta pendapat, minta saran, beliau sepuluh tahun berkuasa,” tambahnya.
Prabowo juga menyebut dirinya tidak hanya berkonsultasi dengan Jokowi, tetapi juga dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati Soekarnoputri.
"Saya menghadap beliau (Jokowi) tidak ada masalah, saya menghadap SBY tidak ada masalah, saya menghadap Ibu Mega tidak ada masalah,” katanya.***




