POJOKSATU.ID- Pakar Telematika, Roy Suryo menyoroti peretasan data KPU yang kemudian dijual di salah satu situs online.
Peretasan ini, kata eks politisi Partai Demokrat sangatlah ironi dan memalukan, mengingat banyaknya anggaran KPU yang dikucurkan oleh pemerintah.
"Ini ironi dan memalukan, anggaran Rp 76.6 trilyun tapi data mudah diretas. Ambyar," kata Roy kepada pojoksatu.id, Rabu (29/11/2023).
Menurut Roy, dengan anggaran triliunan itu data KPU harusnya tersimpan rapi dan aman dari peretasan.
Baca Juga: Jokowi Lagi- lagi Tegaskan Alasan Pembangunan IKN, Sindiran Keras Buat Anies Baswedan
Apalagi, ini momen Pemilu yang dinilai sangat berbahaya bila data para pemilih sampai diperjual belikan.
"Kalau istilah yg populer sekarang Opo rak bahaya, tah? Jelas ini sangat berbahaya," tegasnya.
"Bagaimana tidak? Data 204.807.203 penduduk yang harusnya tersimpan di KPU kini dijualbelikan oleh si Jimbo di BreachForums," tuturnya lagi.
Sebelumnya, geger adanya kabar dugaan peretasan data pemilih tahun 2024 oleh seorang yang mengaku sebagai hacker dengan akun dengan username Jimbo.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Ulang Batas Usia Cawapres, Gibran Tetap Aman
Di mana di dalam klaim data yang dipublikasi, peretas tersebut mengklaim memiliki data lebih dari 252 juta baris data penduduk dengan kueri NIK (nomor induk kependudukan), alamat, tempat tanggal lahir, hingga data TPS yang bersangkutan.
Username Jimbo yang mengklaim memiliki data sebanyak 252.327.304 menawarkannya senilai 2 BTC atau sekitar Rp 572 Juta.
Klaim data itu diunggah peretas pada tanggal 27 November 2023 di situs jual beli data ilegal atau Situs Blackmarket dengan membuka harga senilai 2 BTC atau setara Rp 570.087.567.
Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membenarkan adanya temua kebocoran data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Saat ini tim gerak cepat mendalami indikasi kebocoran data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) tersebut.
Dirtipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Pol Adi Vivid mengatakan, indikasi kebocoran data KPU itu ditemukan saat pihaknya melakukan patroli siber.
"Kebocoran data KPU kami temukan dari hasil patroli tim siber ya," kata Adi Vivid kepada wartawan, Rabu (29/11/2023).
Dari hasi pendalaman, tim menemukaan akun yang diduga membeberkan kebocoran data KPU tersebut.
Baca Juga: Momen Luhut Pandjaitan Menangis Saat Menghadiri Pelantikan Maruli Simanjuntak Sebagai KSAD
Akun x tersebut yaitu dengan nama pengguna @p4c3n0g3. Akun ini membeberkan informasi diduga seseorang menjual data-data dari KPU RI seperti NIK, NKK, hingga e-KTP.
"Ini kita sedang melakukan penyelidikan. Kita juga sedang koordinasi langsung dengan KPU," ***



