POJOKSATU.id - Manifesto Ganjar Pranowo mendapat sorotan dari pengamat politik dari Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi Kusman.

Menurut Airlangga, manifesto Ganjar Pranowo itu menggambarkan bagaimana sebenarnya pandangan politik Ganjar ke depan.

Manifesto Ganjar Pranowo berjudul ManifestoGanjar #1 itu diunggah melalui akun Youtube pribadinya, pada Selasa (12/9/2023).

Baca Juga: Hasil Autopsi Imam Masykur Sudah Keluar, Ungkap Fakta Baru Kekejaman Praka Riswandi Manik Cs

"Itu menunjukkan pandangan politik Ganjar bahwa adu gagasan diletakkan dalam nalar publik pada konteks demokrasi," kata Airlangga, Kamis (14/9/2023).

Dia menilai, bagi Ganjar, adu gagasan dalam capres bisa melampaui beragam perseteruan yang selama ini selalu dikedepankan dalam panggung politik.

"Baik perseteruan berbasis kepentingan kelompok maupun perseteruan antagonistik berbasis identitas," jelasnya.

Baca Juga: Tak Sesuai Ekspektasi Publik, Lettu GDW Anggota TNI Lawan Arah di Tol MBZ Tidak Dipecat, Gini doang Sanksinya

Dia juga menilai pernyataan Ganjar itu sebagai ajakan untuk meninggalkan politik identitas.

Apalagi isu politik identitas atau SARA begitu kencang di 2 pemilu edisi terakhir.

"Iya (pernyataan Ganjar), menolak antagonisme politik identitas," ujarnya.

Baca Juga: Tak Terima Dilabrak Caleg PDIP, Pendukung Rocky Gerung Berjaga di Luar Bareskrim

Airlangga berpendapat, pernyataan Ganjar bahwa adu gagasan ditempatkan dalam nalar publik (public reason) juga memiliki artik.

yakni tentang bagaimana tumbuhnya pikiran-pikiran rasionalitas komunikatif yang sejalan dengan dimensi keadaban.

Hal itu merupakan dimensi republikanisme sebagaimana yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa.

"Yaitu tampilnya pikiran-pikiran merdeka dalam memajukan kehidupan bernegara," kata dia.

Baca Juga: Rocky Gerung Dicecar 70 Pertanyaan soal Kritikan Omnibus Law dan IKN

Airlangga juga menyoroti penyandingan antara adu gagasan dan persatuan yang disampaikan Ganjar Pranowo.

Menurutnya, maknanya dalam kontestasi tentang nalar-nalar mana yang diadu dalam ruang demokrasi.

"Maka penting kiranya terbangun dalam kerangka persatuan nasional dan terbangun tatanan politik republik yang menjadi tujuan dari kehidupan bernegara," ulasnya.

Baca Juga: Hilirisasi Kristalina

Untuk diketahui, Ganjar Pranowo mengunggah video berjudul ManifestoGanjar #1.

Dalam video itu, Ganjar menyebut demokrasi adalah satu-satunya cara untuk mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

Yakni mewujudkan bangsa Indonesia yang sejahtera, damai, adil berdaulat dan dihormati dunia.

Baca Juga: Niat Megawati Soekarnoputri Membajak Ridwan Kamil Ternyata Ditanggapi Santai Partai Golkar

Atas alasan itu, maka setiap upaya berdemokrasi harus dilakukan untuk melihat cita-cita sejati yang dirumuskan pendiri bangsa dalam bernegara.

Ganjar juga menyebut bahwa apa yang diperjuangkan di Pemilu 2024 bukan tentang dirinya

Melainkan untuk masa depan bangsa Indonesia dan juga nasib 280 juta jiwa rakyat Indonesia.

Baca Juga: Pembentukan Tim Pemenangan Anies Cak Imin, Nasdem dan PKB Ternyata Belum Ajak PKS

Karena itu, Ganjar Pranowo mengajak semua pihak tidak tidak mengorbankan kerukunan, kedamaian dan kesatuan bangsa hanya untuk meraih kemenangan di Pemilu 2024.***