POJOKSATU.id, JAKARTA— Direktur Eksekutif Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, memberikan analisa dibalik batal mundurnya Hasan Nasbi dari Kepala Komunikasi Kepresidenan.

Menurut Syahganda, kembalinya Hasan Nasbi sebagai PCO di Kabinet Prabowo-Gibran erat kaitannya dengan tukar posisi kepada Pangkogabwilhan I Letjen TNI Kunto Arief Wibowo.

Analisa Syahganda, Hasan Nasbi dikenal sebagai orang dekat Jokowi, sehingga tidak mudah bagi Prabowo untuk mencopotnya.

Baca Juga: Hasan Nasbi Batal Mundur, Dia Mengaku Diperintah Prabowo Tetap Kepala Komunikasi Kepresidenan

Ia menyebut keputusan ini sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan politik di sekitar kekuasaan Prabowo.

"Kalau dibandingkan mempertahankan Kunto (Letjen TNI Kunto Arief) dibanding dengan Hasan Nasbi ya tentu lebih valuable buat Pak Prabowo bagaimana Kunto bisa dia pertahankan, karena dia kan dari awal sudah menunjukkan bahwa dia punya kedekatan personal dengan Pak Try Sutrisno," jelas Syahganda di kanal YouTube Refly Harun, Selasa (6/5/2025).

Letjen Kunto Arief sempat kena mutasi sehari dan kemudian dikembalikan lagi kepada posisinya semula oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Baca Juga: YANG DITUNGU-TUNGGU Ada Info Penting PPG Guru Tertentu 2025 Langsung Bu Nunuk Rabu 7 Mei Sore, Simak Bocoran Mekanisme, Kuota dan Jadwal Pelaksanaan

Menurut Syahganda, caturnya Prabowo ini memang agak rumit. Sehingga pada saat dia melakukan satu isyarat pemihakan kepada Letjen TNI Kunto Arief Wibowo, mungkin pertukarannya sedikit, Prabowo mengasih juga posisi Hasan Nasbi untuk tetap ada di dalam lingkungan istana.

“Jadi memang politiknya begitu," katanya.

Syahganda menyebut, secara politik, posisi Hasan Nasbi tak lagi sekuat sebelumnya.

Baca Juga: Zona Bebas Komentar: Mengapa Google Maps Gka Bisa Review Soal Pelayanan Kepolisian?

Hasan telah dilegitimasi setelah Presiden Prabowo Subianto menunjuk Juru Bicara Baru yaitu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi.

Diketahui, Hasan Nasbi batal mengundurkan diri dari Kepala Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office/PCO.

Penyebab Hasan Nasbi batal mundur karena perintah Presiden Prabowo Subianto yang masih menginginkannya di posisi tersebut.

"Sejauh ini saya diperintahkan untuk tetap lanjut memimpin PCO," kata Hasan Nasbi kepada wartawan di Jakarta, Selasa 6 Mei 2025.***