POJOKSATU.id, PURWAKARTA – Kedatangan Komisi I DPRD ke kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) ada yang menarik, para anak buah bupati purwakarta atau pejabat di kantor tersebut pilih bungkam saat muncul pertanyaan sederhana dari pojoksatu.id, karena pertanyaannya ibarat ‘buah simalakama’.
Awalnya, setelah menunggu beberapa jam akhirnya komisi 1 DPRD Purwakarta selesai melakukan kunjungan pengawasan dan perintah dari Ketua DPRD, terkait masalah mutasi puluhan pegawai yang melanggar aturan pemerintah. Saat keluar ruangan, komisi 1 DPRD dibarengi oleh beberapa pejabat BKPSDM.
Dari mulai ketua komisi 1 DPRD hingga para anggotanya enggan di wawancara awak media, kemungkinan komisi yang membidangi pemerintahan dan perundang-undangan tersebut tidak memahami sepenuhnya pokok permasalahan yang terjadi, sehingga memilih menghindar dengan terburu-buru takut di wawancara wartawan.
“Ke pa Dadi saja (Sekretaris BKPSDM),” kata ketua komisi 1 Nina Heltina, padahal mereka (para anggota komisi 1) sudah sepakat yang memberikan pernyataan kepada awak media ketua komisi.
Setelah para anggota komisi 1 DPRD pergi tergesa-gesa, sampai mobil yang di naiki oleh ketua komisi spion mobilnya menyenggol pohon dipinggir jalan. Diketahui mobil tersebut merupakan mobil anggota DPRD komisi 1 dari fraksi Nasdem.
Masih ditempat yang sama, Sekretaris BKPSDM Pirwakarta, Dadi Sadeli, membenarkan bahwa kunjungan komisi 1 DPRD berkaitan dengan masalah mutasi puluhan pejabat yang belakangan ini menghebohkan.
Baca Juga : Berikut Nama – nama Pejabat Yang Langgar PP Nomor 17 Tahun 2020 Dilantik Bupati Purwakarta, Kasusnya Kini Tengah Ditangani Kejati Jabar
“Iya masalah itu (mutasi yang langgar aturan),” jawab Dadi, yang merupakan pejabat nomor dua di kantor BKPSDM anak buah Bupati Purwakarta tersebut.
Namun, saat ditanya pertanyaan selanjutnya yang cukup sederhana dan mudah dijawab (bila mutasi puluhan pejabat tidak langgar aturan), anak buah bupati ini pilih bungkam dengan wajah memerah menahan diri agar tidak terpancing.
Pertanyaan yang disampaikan yaitu, Data nama-nama puluhan pejabat yang dimutasi itu datangnya dari BKPSDM ke Bupati, atau dari Bupati ke BKPSDM? Anak buah bupati itu memilih bungkam, karena dirinya mengetahui pertanyaan itu saat kondisi seperti saat ini ibarat buah simalakama.
Padahal, pertanyaan tersebut infonya sempat dibahas juga dengan komisi 1 DPRD didalam ruangan, namun sayangnya anak buah bupati purwakarta tersebut enggan menyampaikannya kepada media, karena pertanyaan itu merupakan hal yang cukup sensitif bila diketahui publik.
“Udah jangan bahas itu, kita makan siang saja,” tutup Dadi, yang enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan wartawan yang beresiko. (Ade Winanto / pojoksatu)




