POJOKSATU.id – Kepedulian Gerakan Anak Negeri (GAN) terhadap korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terlihat langsung di lokasi pengungsian Kecamatan Kuala Simpang.
Melalui dialog sederhana namun penuh empati, relawan GAN mendengar dan memenuhi permintaan anak-anak pengungsi yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana.
Penanggung jawab Gerakan Anak Negeri, Hazairin Sitepu, berdialog langsung dengan empat anak pengungsi bernama Arkan, Fatih, Denis, dan Rahmat Ramadan.
Baca Juga: Gerakan Anak Negeri Salurkan Perlengkapan Ibadah untuk Santri dan Warga Aceh Tamiang
Arkan, seorang bocah kelas 3 sekolah dasar, dengan polos menyampaikan kebutuhannya.
“Awak minta bantal kepala,” ucap Arkan kepada Hazairin, Kamis, 1 Januari 2026.
Mendengar permintaan tersebut, Hazairin langsung merespons dengan menanyakan kebutuhan lain yang diperlukan anak-anak di pengungsian.
“Bantal kepala sama bantal guling. Kalau selimut?,” tanya Hazairin.
Arkan dan Denis menjelaskan bahwa selimut masih tersedia meski terbatas, namun mereka tidak memiliki alas tidur yang layak.
“Selimut udah ada walaupun dua biji, tilam yang gak ada,” ujar mereka.
Percakapan semakin menyentuh saat Hazairin menanyakan kondisi rumah anak-anak tersebut.
Dengan nada lirih, Arkan bersama tiga temannya menjawab bahwa rumah mereka telah hancur diterjang banjir.
“Rumah kita udah gak ada lagi, hancur,” kata mereka.
Hazairin kembali memastikan kebutuhan dasar yang paling mendesak bagi anak-anak itu, mulai dari bantal, guling, hingga tempat tidur.
Dalam kepolosannya, Arkan sempat bertanya kepada Hazairin tentang lokasi parkir kendaraan relawan.
“Om, biasa parkir di mana?,” tanya Arkan.
Hazairin menegaskan bahwa bantuan akan diantarkan langsung ke lokasi tempat mereka tinggal sementara.
“Nanti kita antarkan. Sekarang tinggalnya di mana?,” ujar Hazairin.
Baca Juga: Viral! Publik Geger Usai Arief Rosyid Sebut Demi Bahlil 'Salah Pun Tetap Dibela'
Arkan dan Denis menjawab bahwa mereka tinggal di area dekat tenda pengungsian. “Yang di dekat tenda situ. Kami di sana, dekat lokasi,” kata mereka.
Menutup percakapan tersebut, Hazairin memastikan bahwa Gerakan Anak Negeri akan berupaya memenuhi permintaan anak-anak meski kondisi sudah menjelang sore hari.
“Kita usahakan, kita penuhi permintaan kalian. Karena ini sudah sore, kita akan cari,” tegas Hazairin.
Tak sampai dua jam, Gerakan Anak Negeri pun memberikan apa yang dibutuhkan oleh anak-anak tersebut.
Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui teks ini ==> Gerakan Anak Negeri
Aksi ini menjadi gambaran nyata komitmen Gerakan Anak Negeri dalam memberikan perhatian khusus kepada anak-anak korban bencana, tidak hanya melalui bantuan logistik, tetapi juga dengan menghadirkan rasa aman dan kepedulian di tengah situasi sulit yang mereka hadapi. ***



