POJOKSATU.id - Pernyataan tegas Andi Amran Sulaiman kembali menyita perhatian publik.

Kali ini, ia secara blak-blakan menyindir pihak yang mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah.

Dalam pernyataannya, Amran menegaskan bahwa program MBG bukan sekadar bantuan makanan biasa, melainkan memiliki dampak ekonomi besar khususnya di desa.

Baca Juga: 3 Bulan Tak Digaji! 2.341 Guru PPPK Deli Serdang Bertahan dari Dana BOS dan TPG

“MBG jangan dilihat berdiri sendiri. Ini penggerak ekonomi di desa, dari hortikultura, sayur-sayuran, penjual ayam, telur, semua bergerak dari hulu sampai hilir. Mungkin yang mengkritik tidak pernah merasakan miskin,” kata Amran dalam jumpa pers 6/4/2026.

Ia menekankan bahwa program tersebut dirancang sebagai investasi jangka panjang bagi generasi mendatang, bukan sekadar kebijakan sesaat.

“Ini investasi untuk anak-cucu kita. Anak SD, SMP, SMA belum ikut pemilihan (umum). Artinya ini betul-betul gagasan untuk generasi ke depan,” kata Amran.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Dedi Mulyadi Hapus Syarat KTP Pemilik Pertama Saat Bayar Pajak Kendaraan, Kini Cukup Bawa STNK Saja

Lebih lanjut Amran mengingatkan bahwa persoalan stunting dan kelaparan masih menjadi tantangan serius di Indonesia.

“Kita tidak boleh ego, banyak anak-anak kita yang kelaparan, stunting kita masih 21 persen,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga memaparkan potensi perputaran ekonomi yang dihasilkan dari program MBG jika dijalankan secara optimal.

Baca Juga: Resmi Berlaku! Dedi Mulyadi Hapus Syarat KTP Pemilik Pertama Saat Bayar Pajak Kendaraan, Kini Cukup Bawa STNK Saja

“Bayangkan kalau Rp300 triliun bergerak di desa. Peternak ayam, telur, sapi, kambing itu bergerak semua,” ucap Amran.

“Ada 3,8 juta peternak kita, ini menjadi off-taker untuk sayur, telur, ayam, daging,” sambungnya.

Program MBG sendiri menjadi salah satu kebijakan strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi sekaligus mendorong ekonomi berbasis desa.***