POJOKSATU.id, Binjai- Untuk meningkatkan peran dan fungsi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting, yang merupakan bagian dari program utama pemerintah Indonesia, Wali Kota Binjai, Drs. H. Amir Hamzah, M.AP, menegaskan Kota Binjai mempunyai target penurunan stunting pada tahun 2023 sebesar 15,91 persen.
Hal ini disampaikannya, saat membuka acara Rembuk Stunting Tingkat Kota Binjai Tahun 2023, yang diadakan di Aula Pemko Binjai, Selasa (7/3).
"Kota Binjai mempunyai target penurunan stunting pada tahun 2022 sebesar 18,98 persen, pada tahun 2023 sebesar 15,91 persen, dan pada tahun 2024 sebesar 12,18 persen," ujar Amir Hamzah
Menurutnya, pemerintah telah menetapkan target penurunan prevalensi stunting dalam RPJMN 2020-2024 sebesar 14% pada tahun 2024, termasuk Kota Binjai yang juga memiliki target untuk menurunkan angka stunting.
Namun, hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2021 menunjukkan bahwa Kota Binjai masih memiliki prevalensi Stunting sebesar 21,7 persen. Pada tahun 2022, yang diumumkan SSGI pada awal tahun ini Kota Binjai berhasil menurunkan prevalensi stunting menjadi 18,7 persen.
"SSGI mencatat penurunan 3 persen, dari tahun 2021 ke 2022. Sehingga masih terdapat balita yang tergolong stunting maupun keluarga yang resiko stunting dan kelompok sasaran lainnya yang perlu mendapatkan intervensi berkelanjutan," tegasnya
Penurunan stunting dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota merupakan program utama pemerintah Indonesia melalui pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi.
"Rembuk stunting ini bertujuan untuk meningkatkan peran dan fungsi pemerintah daerah dalam mempercepat penurunan stunting melalui pelaksanaan 8 Aksi Konvergensi yang merupakan bagian dari program utama pemerintahan Indonesia, dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota," ujarnya
Amir Hamzah juga menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah cepat untuk mengintegrasikan amanah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting melalui perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan dan pemantauan kegiatan lintas sektoral serta antar tingkat pemerintah dan masyarakat di daerah.
Melalui acara Rembuk Stunting ini, diharapkan dapat terbentuk sinergitas yang kuat antara pemerintah daerah, masyarakat, dan semua pihak terkait untuk turut serta mempercepat penurunan angka stunting di Kota Binjai.
"Sebab, stunting merupakan masalah bersama yang harus ditangani secara serius agar terwujud visi Indonesia Emas Tahun 2045," tutupnya
Turut hadir Anggota DPRD Provsu Dr. Meriahta Sitepu, MARS., Dandim 0203/LKT Letkol Inf. M. Eko Prasetyo, Kapolres Kota Binjai AKBP Hendrick Situmorang, Ketua Pengadilan Negeri Kota Binjai Fauzi, S.H, M.H., Ketua Pengadilan Agama Kota Binjai M. Taufik, Danyon Raider 100/PS Mayor Inf. Sutaji, S.Sos, M.TT. OPSLA., Danyon Arhanud II/WBY Letkol Arf. FX. Ibnu Hardianto, S.E., Kalapas II A Theo Ardianus, Kepala BPJS Kota Binjai Rosmayanti Nasution, S.E. M.AP., Sekretaris Daerah Kota Binjai H. Irwansyah Nasution, S.Sos, para Pimpinan Lembaga Vertikal dan Mitra Kerja Pemerintah Binjai, para Asisten Setdako Binjai, para Kepala OPD Kota Binjai, Technical Assistent Satgas Stunting BKBN Sumut Penugas Kota Binjai Handerman Gea, S.KM. S.H., para Camat se-Kota Binjai, para Kepala Puskesmas se-Kota Binjai dan para Tim Teknis Percepatan Penurunan Stunting Kota Binjai. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: Pemko Binjai Apresiasi Kinerja Penegak Hukum Berantas Narkoba




