POJOKSATU.id, JAKARTA—Politisi senior Amien Rais menduga kuat Aparatur Sipil Negara (ASN) tak mau pindah ke Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.

Ketua Majelis Syura Partai Ummat ini menyebut, salah satu alasan ASN menolak dipindahkan ke IKN adalah karena di sana belum ada fasilitas pendidikan buat anak-anak mereka yang masih bersekolah jenjang TK, SD, SMP, SMA.

"Saya duga keras ASN menolak dipindah ke IKN," kata Amien Rais dalam sebuah video, Senin 10 Februari 2025.

Baca Juga: Amien Rais Sebut IKN Abal-abal, Jokowi Perlu Dibawa ke Pengadilan Dimintai Pertanggungjawaban

"Apalagi belum ada universitas dan lain-lain. Kecuali dalam tingkatan omon-omon belaka," kata Amien Rais lagi.

Amien Rais juga mengingatkan bangsa Indonesia tidak usah terlalu berharap dengan masa depan IKN yang sekarang mangkrak.

"IKN itu abal-abal," kata Amien Rais dilansir RMOL.

"IKN yang gagal itu salah satu kejahatan Mulyono," kata mantan Ketua MPR RI ini.

Menurut Amien, Presiden ke-7 RI Joko Widodo juga harus segera dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan dugaan korupsi sistematis selama 10 tahun berkuasa.

Baca Juga: Gara-gara Sebotol Minuman, Empat Orang Tewas Usai Tenggak Miras Oplosan di Bogor

"Kemana pun Jokowi alias Mulyono lari dia harus dimintai tanggung jawab atas korupsi sistematiknya," kata Amien Rais.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) No 1 Tahun 2025. Inpres ini berisi tentang Efisiensi Belanja di APBN dan APBD 2025.

Akibat Inpres tahun 2025 ini seluruh anggaran Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diblokir. Menteri PU Dody Hanggodo menyebut belum ada anggaran yang terealisasi untuk pembangunan IKN di tahun 2025.

"Realisasi anggaran IKN kayaknya belum ada semua, kan tadi saya bilang, anggaran kita diblokir semua. Kok tanya progres? Gimana sih. Anggarannya yang nggak ada," kata Dody kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/2/2025).

Dody sempat berseloroh soal adanya kondisi pemangkasan anggaran ini. Dia menyebut satu-satunya progres dari realisasi anggaran saat ini hanyalah untuk makan siang Menteri.

"Progresnya? Ya, buat beli makan siangnya Pak Menteri," ujarnya sambil tertawa.***