POJOKSATU.id, JAKARTA — Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, membeberkan 3 manuver politik Jokowi melalui tangan-tangan kekuasaannya.

Adapun 3 manuver politik Jokowi menurut Amien Rais yaitu cawe-cawe politik, MK memperpanjang jabatan Ketua KPK Firli Bahuri, Moeldoko yang memaksakan hendak mengambil alih kepemimpinan Demokrat.

Amien Rais mengaku murka kepada Jokowi lantaran manuver politik orang nomor satu di Indonesia ini akhir-akhir ini sudah mulai keluar dari aturan perpolitikan.

Salah satu manuver politik Jokowi yang dinilai membahayakan yaitu soal cawe-cawe yang kebablasan.

"Pak Jokowi hentikan manuver politik anda. Manuver yang berbahaya yang dilakukan oleh tangan-tangan kekuasaannya," kata Amien di akun Youtube-nya dikutip Pojoksatu.id, Sabtu (3/6/2023).

Manuver politik berbahaya lainnya, kata Amien Rais, Jokowi kerap mengintervensi keputusan lembaga hukum, salah satunya Mahkamah Konstitusi memperpanjang jabatan Ketua KPK Firli Bahuri.

"MK yang diketuai adik iparnya memutuskan menambah satu tahun lagi buat Firli Bahuri Cs sebagai pimpinan KPK," ujarnya.

"Jadi Anwar Usman yang sering mengatakan tidak pernah takut kepada siapapun kecuali kepada Allah. Ternyata juga takut kepada kakanda iparnya, Jokowi," tandasnya lagi.

Kemudian mantan Ketua MPR ini juga munuding manuver politik jahat Jokowi dimainkan lagi oleh Moeldoko yang memaksakan hendak mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat.

"Kemudian dengan Moeldoko yang sangat mamaksakan mengambil alih kepemimpinan Ketum AHY. Sampai terus mendesak MA agar mengilegalkan kepemimpinan AHY," tuturnya.

Hasrat politik Moeldoko itu, kata Amien Rais, tentunya tidak terlepas dari intervensi pemerintah, dalam hal ini Presiden Jokowi.

Apalagi di berbagai kesempatan, lanjut Amien Rais, Jokowi kerap menyampaikan bahwa tidak ada kebijakan para menterinya melainkan atas perintah dirinya sebagai kepala negara.

"Ini pasti tidak terlepas dari sepengetahuan Jokowi. Itu juga dibuktikan pernyataan Jokowi tidak ada kebijakan menteri tapi yang ada kebijakan presiden. Ini jelas tentu atas perintah dan arahan Jokowi," tegasnya.

reporter : firdausi