POJOKSATU.id, JATENG-- Jasad Ali Syafiq ditemukan dengan posisi berada di tebing kawah yang diperkirakan hanya sekitar 50 meter dari puncak Gunung Slamet.

Posisi jenazah Ali Syafiq atau Syafiq Ridhan Ali Razan (18) ini tak jauh dari posisi awal Himawan yang mengalami cedera.

Ketua Operasi SAR Wanadri, Arie Affandi, menjelaskan lokasi penemuan korban masih berada di sekitar area awal korban terpisah dengan temannya Himawan.

Ia menyebutkan, di sekitar titik tersebut, juga ditemukan sejumlah barang milik korban.

Baca Juga: Innalillah, Ali Syafiq Ditemukan Meninggal Dunia di Lereng Gunung Slamet dalam Cuaca Kabut Tebal

"Korban ditemukan tidak jauh dari lokasi berpisah. Di sekitar situ juga ada ceceran barang, seperti dompet, tracking pole, senter, emergency blanket, dan perlengkapan lainnya," ujar Affandi kepada wartawan, Rabu (14/1/2026).

Affandi menegaskan korban tidak ditemukan dalam kondisi tertimbun pasir atau terkubur.

Berdasarkan hasil pengamatan dokumentasi di lapangan, korban diduga baru meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

"Korban sepertinya baru saja meninggal dunia. Perkiraan kami sekitar empat sampai lima hari (sebelum ditemukan). Kondisi tubuh korban masih cukup baik," jelasnya.

Diduga Alami Hipotermia

Berdasarkan laporan awal dari tim Wanadri dan relawan di lapangan, terdapat dugaan awal bahwa Ali Syafiq mengalami hipotermia dalam rangkaian kejadian selama berada di area Gunung Slamet.

Analisa ini disampaikan sebagai hipotesis awal, berdasarkan kondisi medan, cuaca, serta temuan awal di lokasi.

Tim pencarian menjelaskan bahwa wilayah lereng selatan Gunung Slamet dikenal memiliki suhu ekstrem, angin kencang, serta tingkat kelembapan tinggi, terutama pada malam hingga dini hari.

Hipotermia sendiri merupakan kondisi darurat yang dapat memengaruhi kesadaran, kemampuan bergerak, hingga fungsi vital tubuh.

Meski demikian, pihak tim menegaskan bahwa analisa ini masih bersifat awal dan bukan merupakan kesimpulan resmi.

Dievakuasi via Jalur Gunung Malang

Jenazah Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang sebelumnya dilaporkan hilang di Gunung Slamet, berhasil dievakuasi melalui jalur Gunung Malang, Kabupaten Purbalingga.

Rute evakuasi yang semula direncanakan melalui Basecamp Dipajaya terpaksa dialihkan, karena jalur Gunung Malang dinilai lebih dekat dan lebih aman untuk proses evakuasi.

Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, para relawan dan tim SAR akhirnya berhasil tiba di Basecamp Gunung Malang, Kamis sore (15/01).

Diketahui, lokasi ditemukan Syafiq Ridhan Ali Razan di lereng selatan Gunung Slamet, tepatnya di antara jalur Gunung Malang dan Baturaden, Rabu 14 Januari 2026 sekira pukul 10.49 WIB.

Setelah lebih dari 16 hari pencarian, Syafiq ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim SAR gabungan yang melakukan pendakian terdiri dari Wanadri, Mayapada, UPL MPA Unsoed, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas, Comunitas Rapi.***