POJOKSATU.ID- Meski belum selesai, proses penggunaan alat berat di reruntuhan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny, Buduran, mulai berakhir pada hari Selasa (7/10) pagi
Hari ini berakhirnya babak panjang proses evakuasi dan pembersihan material bangunan yang ambruk tragis itu.
Satu per satu alat berat ditarik keluar dari lokasi. Dua unit wheel loader terakhir terlihat meninggalkan area pondok menjelang malam, menandai bahwa pembersihan telah memasuki tahap akhir.
Hingga Senin (6/10) malam, data resmi dari Basarnas mencatat total 170 korban dalam peristiwa memilukan tersebut. Dari jumlah itu, 104 orang selamat, 66 meninggal dunia, dan tujuh lainnya ditemukan dalam bentuk bagian tubuh (body part).
Baca Juga: Viral Kawanan Monyet Masuk Permukiman di Tangsel, Damkkar Turun Tangan
Sepanjang hari, tim SAR gabungan terus melakukan ekstrikasi terhadap korban di sektor A2 dan A3. Sebanyak 13 korban terakhir berhasil dievakuasi secara bertahap pada Senin (6/10). Proses itu berlangsung sejak dini hari hingga malam, dengan detail waktu sebagai berikut:
Senin, 6 Oktober 2025
- Pukul 03.35 WIB → 1 (satu) korban 67 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A3.
- Pukul 13.28 WIB → 1 (satu) korban 68 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 13.29 WIB → 1 (satu) korban 69 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 14.40 WIB → 1 (satu) korban 70 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 14.50 WIB → 1 (satu) korban 71 (body part: badan dan kaki kanan) berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 15.01 WIB → 1 (satu) korban 72 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 16.43 WIB → 1 (satu) korban 73 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 17.06 WIB → 1 (satu) korban 74 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 17.37 WIB → 1 (satu) korban 75 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 17.39 WIB → 1 (satu) korban 76 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- - Pukul 18.18 WIB → 1 (satu) korban 77 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 18.34 WIB → 1 (satu) korban 78 berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
- Pukul 21.03 WIB → 1 (satu) korban 79 (body part: tangan) berhasil diekstrikasi dan dilanjutkan evakuasi dari sektor A2.
Baca Juga: Kumpulan Soal Bahasa Indonesia Kelas 1: Belajar Lebih Mudah dengan Contoh Soal dan Jawaban
Operasi penyelamatan besar ini melibatkan kekuatan lintas instansi dan daerah. Unsur SAR gabungan terdiri dari Kantor SAR Surabaya, BSG, SAR Semarang, SAR Yogyakarta, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, serta berbagai organisasi relawan seperti Banser, MDMC, SAR Astra, LPBI NU, dan BAZNAS.
Hingga Selasa (7/10) pagi, aktivitas alat berat telah sepenuhnya dihentikan. Pembersihan lanjutan dilakukan menggunakan dump truk milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo) untuk mengangkut sisa puing ke TPA.
Mobil ambulans juga tak lagi tampak. Armada terakhir yang keluar dari lokasi pada Senin (7/10) malam membawa jenazah korban terakhir menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim untuk proses identifikasi lebih lanjut. ***

.webp)

