POJOKSATU.ID- Jalan berkelok dan turunan curam di Jalan Pagermaneuh Punclut, Desa Pagerwangi, Lembang menjadikan jalur itu sering terjadi kecelakaan tunggal.
Tak sedikit kendaraan roda dua mengalami rem blong saat melintas di jalan ekstrem ini.
Oleh karena itu, di bahu kiri jalan dibuat alat untuk mengantisipasi kendaraan roda dua ketika mengalami rem blong.
Namun, berdasarkan video dan foto kiriman yang dibagikan warganet, wisatawan justru menjadikan lokasi tersebut untuk wahana bermain.
Dalam salah satu video, sejumlah orang yang mengenakan setelan pakaian untuk lari, terlihat dengan jelas bermain-main di bahu kiri jalan.
Baca Juga: GPMH Desak Jaksa Agung Panggil Ulang Ratu Tatu soal Keterlibatan di Kasus Korupsi Wanita Emas
Kejadian tersebut terjadi saat malam hari ketika kendaraan masih cukup ramai.
Mereka tampak seperti mempraktikkan seolah-olah kehilangan kendali dan tak bisa memberhentikan laju larinya.
Hingga akhirnya mereka semua menjatuhkan diri ke alat antisipasi kecelakaan yang berupa gundukan karung dan jaring seperti gawang sepak bola.
Setelah puas bermain-main, mereka tak langsung pergi, dan malah mengobrol di depan alat tersebut.
Hal ini tentu membahayakan, karena jika ada kendaraan roda dua yang mengalami rem blong, mereka bisa saja tertabrak.
Selain itu, alat tersebut diperuntukkan untuk kendaraan roda dua, bukan untuk orang yang tiba-tiba jadi atlet lari karena tren.
Baca Juga: Deretan Gurita Bisnis Milik Sandra Dewi yang Mengaku Wanita Mandiri dan Tak Dinafkahi Suami
Bukan hanya para atlet lari dadakan yang menjadikan lokasi tersebut jadi wahana permainan.
Warganet juga membagikan sebuah foto yang memperlihatkan sejumlah ibu-ibu yang diduga tengah karyawisata tapi menyempatkan diri berfoto di tempat tersebut.
Berdasarkan informasi, sejak adanya alat antisipasi kecelakaan yang cukup unik ini, hampir setiap hari selalu ada wisatawan yang istirahat di sana.
Padahal sudah jelas bahwa tempat itu bukan rest area, tapi untuk kendaraan roda dua yang kehilangan kendali akibat rem blong saat melintasi turunan curam.
Meskipun bisa membahayakan nyawanya sendiri, tapi sepertinya kebutuhan foto di media sosial mengalahkan segalanya.
Warganet yang geram melihat tingkah laku para wisatawan ini juga meminta supaya tak perlu lagi ada edukasi mengenai alat antisipasi kecelakaan itu.
Hal tersebut dirasa percuma karena yang dibutuhkan bukan lagi soal edukasi, tapi kesadaran diri.
Saking geramnya, warganet juga meminta kepada pengendara roda dua yang alami rem blong, agar tidak usah takut menabrakkan kendaraannya pada orang-orang yang bermain-main di sana.
Lembang dengan segala potensi wisatanya, ternyata tak cukup memuaskan dahaga sebagian wisatawan saat sedang berlibur.
Tempat berbahaya yang tak seharusnya jadi destinasi wisata, malah dijadikan wahan permainan dan spot foto.
Baca Juga: Rahasia Performa Motor Matic Tetap Top, Pentingnya Mengganti Oli Gardan Secara Rutin
Alat tersebut dibuat untuk meminimalisir kecelakaan agar para wisatawan yang menggunakan kendaraan roda dua merasa aman untuk berlibur ke Lembang.
Akan tetapi, niat baik pihak yang membangun alat keselamatan itu justru disalahgunakan oleh orang-orang egois yang haus validasi.




