POJOKSATU.id - Seperti yang masyarakat Indonesia ketahui selama 2 periode Jokowi menjadi presiden, banyak sekali pembangunan infrastruktur di berbagai titik di Indonesia, tetapi sampai saat ini Jokowi tidak menyentuh isu jembatan Selat Sunda.

Sampai saat ini hanya kapal laut yang menjadi transportasi untuk menghubungkan Merak-Bakauheni, dan Titik tersempit, lebar selat Sunda adalah 30 km dengan jarak tempuh 2-3 jam.

Jadi jika Jokowi membangun jembatan Selat Sunda tentu saja waktu perjalanan Jawa Sumatera bisa lebih cepat.

Karena banyak kesuksesan infrastruktur yang dibangun oleh Jokowi, salah satunya adalah jembatan Suramadu yang menghubungkan Surabaya dan Madura.

Baca Juga: Prediksi Skor Inggris vs Italia 18 Oktober Kualifikasi Euro 2024: The Three Lions Favorit Menang

Belakangan ini terkuak sederet alasan Jokowi tidak membangun jembatan Selat Sunda yang dapat menghubungkan pulau Jawa dan Sumatera.

1. Era sebelum Jokowi menjadi Presiden, diketahui bahwa Sebenarnya pada tahun 1960, sudah ada rencana pembangunan infrastruktur yang menghubungkan antara Merak dan Lampung.

Guru besar IPB yaitu Profesor Sedyatomo yang memiliki ide tersebut, tidak lepas dari proyek Tri Nusa Bima sakti, interkoneksi 3 pulau.

Pada tahun 1988, ternyata ada perusahaan konstruksi asal Jepang sempat menawarkan pembangunan jembatan selat sunda menyerupai jembatan Akashi Kaikyo di Jepang, tetapi lagi-lagi itu semua hanya menjadi wacana.

Baca Juga: Mengenal Macam-Macam Fauna Neartik yang Semakin Menarik, Ini Dia Jenisnya

Lalu di tahun 1993 ada lagi profesor Wiratman yang kembali mengingatkan proyek ini, ia juga sampai mengambil contoh di Eropa yaitu jembatan Messina di Italia dengan bentang tengah 3,3 km.

4 tahun kemudian Wiratman diutus oleh wapres BJ Habibie untuk mengkaji pembuatan jembatan Selat Sunda, tetapi lagi-lagi pengkajian itu dihentikan karena krisis moneter 1998.

Setelah itu pada era kepemimpinan SBY, proyek jembatan selat Sunda kembali lagi dibahas, hingga lahirlah peraturan presiden nomor 86 tahun 2011 tentang kawasan strategis dan Infrastruktur selat Sunda.

Bahkan SBY menunjuk Tomy Winata untuk membantu mewujudkan keinginan pemerintah, yang saat ini juga sedang terlibat dengan proyek pembangunan Eco Rempang City.

2. Era Jokowi, pada saat di era pemerintahan Jokowi seperti sudah tidak mungkin jembatan Selat Sunda akan dibangun, walau Jokowi memamg terkenal dengan pembangunan infrastruktur.

Baca Juga: Ungkapan Gusdur Soal Kepemimpinan Soekarno dan Soeharto, dari Negara Superpower hingga Negara Koruptor

Memang jika ditinjau kembali rasanya sayang membangun jembatan dengan modal sebesar Rp 160 triliun, dengan panjang 33 km, terlebih membutuhkan waktu puluhan tahun untuk balik modal.

3. Adanya faktor geologi, diketahui bahwa titik tersempit di Selat Sunda adalah 30 Km, sehingga tentu akan meningkatkan deras arus di wilayahnya.

Selat Sunda juga banyak dikelilingi pulau kecil, salah satunya bahkan memiliki vulkanik aktif hingg saat ini, yaitu gunung anak Krakatau.

tentu saja jika diingat kembali bahwa pada saat dulu pernah terjadi letusan yang sangat dahsyat l, induknya pernah meletus hebat tahun 1883, kawasan ini juga termasuk kawasan yang rawan gempa bumi gunung berapi.

Tentu saja hal seperti ini akan membahayakan masyarakat yang melewati jembatan tersebut, terlebih jika terjadi force majeure bencana, uang ratusan triliun akan sia-sia saja.

4. Pindahnya ibu kota Medan, seperti diketahui bahwa sedang gencar-gencarnya memindahkan ibukota ke IKN Kalimantan.

Penulis : Annastasya