POJOKSATU.id - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan bahwa konflik yang melibatkan Iran berpotensi memberikan dampak besar terhadap perekonomian global, termasuk Indonesia.
Salah satu dampak yang paling dikhawatirkan adalah lonjakan harga minyak dunia yang dapat menekan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menurut Luhut, perang di kawasan Timur Tengah sering kali berdampak langsung terhadap pasar energi global karena wilayah tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia.
Baca Juga: ASN Wajib Lengkapi Arsip Digital di SIASN, Begini Panduan Skor dan Kelengkapan Dokumen!
Jika konflik semakin meluas atau berlangsung lama, harga minyak dunia berpotensi mengalami kenaikan tajam.
“Ekonomi kita juga bisa akan terkena juga kalau harga minyak tiba-tiba naik nanti bertahap tuh sampai seratus dollar,”
Kata Luhut, dikutip Pojoksatu.id dari Instagram @luhut.pandjaitan.
Baca Juga: Indosat Perkuat Jaringan dan Layanan Digital Sambut Ramadan–Idulfitri 2026 di Jakarta Raya
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah karena asumsi harga minyak dalam APBN Indonesia saat ini masih berada pada kisaran yang jauh lebih rendah.
“Sekarang tujuh delapan ya. Padahal kita bikin di APBN kita tujuh puluh ya,” ujarnya lagi.
Perbedaan antara harga minyak dunia dengan asumsi dalam APBN dapat memicu tekanan fiskal jika lonjakan harga terjadi dalam waktu lama.
Baca Juga: ASN Wajib Lengkapi Arsip Digital di SIASN, Begini Panduan Skor dan Kelengkapan Dokumen!
Situasi tersebut berpotensi memengaruhi berbagai sektor ekonomi, mulai dari subsidi energi hingga stabilitas anggaran negara.
Karena itu, Luhut menilai pemerintah perlu mencermati perkembangan konflik global yang dapat memengaruhi pasar energi dunia.
Menurutnya, kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak pada negara-negara produsen, tetapi juga negara importir seperti Indonesia yang masih bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.
Selain itu, lonjakan harga energi juga dapat memicu inflasi serta meningkatkan biaya produksi di berbagai sektor ekonomi.
Dalam konteks inilah, pemerintah dinilai perlu menyiapkan berbagai langkah antisipasi agar dampak gejolak harga energi global tidak terlalu membebani perekonomian nasional.
Baca Juga: ASN Wajib Lengkapi Arsip Digital di SIASN, Begini Panduan Skor dan Kelengkapan Dokumen!
Konflik geopolitik yang terjadi di Timur Tengah memang kerap menjadi faktor utama yang memengaruhi volatilitas harga minyak dunia.***




