POJOKSATU.ID – Kasus sekolah swasta elit Al Kareem Islamic School belakangan ini tengah ramai disorot publik.
Bagaimana tidak, sekolah bernuansa ajaran agama itu baru saja disegel oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bekasi, Jawa Barat.
Yang mana, Disdik Bekasi dengan tegas melarang pihak Al Kareem Islamic School terima murid baru.
Tidak lain, hal ini dikarenakan sekolah swasta tersebut diduga berbohong dalam menggunakan kurikulum internasional.
Sebagaimana yang dilansir Pojoksatu.id langsung dari portal media radarbekasi.id pada Rabu (18/6/2025).
Dalam artikelnya, terpampang jelas spanduk besar berisi larangan keras terhadap pihak Al Kareem Islamic School.
Baca Juga: Profil Al Kareem Islamic School, Sekolah Swasta Elit Disegel Disdik Bekasi Usai Diduga Bodong
“TK Islam Al Kareem Islamic School tidak diperbolehkan menerima murid baru ajaran 2025/2026,” jelasnya.
“Dikarenakan ada permasalahan administrasi sesuai dengan peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 69 Tahun 2017,” lanjutnya.
“Tentang pedoman pendirian satuan pendidikan jenjang sekolah, pendidikan non-formal dan pendidikan anak usia dini,” imbuhnya.
Perlu diketahui, dugaan kurikulum bodong yang digunakan Al Kareem Islamic School ini dikonfirmasi langsung oleh salah satu orang tua siswa, Silvia Legina (30).
Silvia menuturkan bahwa kurikulum Cambridge yang dikampanyekan pihak sekolah ternyata tidak benar adanya.
“Kami dijanjikan kurikulum Cambridge, tapi yang diterapkan bukan kurikulum, melainkan katanya hanya berbasis Cambridge,” jelasnya.
“Kenyataannya, semua materi pakai Bahasa Indonesia, pelajaran agama juga minim,” lanjutnya dalam laporan artikel.
Silvia juga menambahkan bahwa Al Kareem Islamic School tempat anaknya sekolah itu belum terakreditasi.
Padahal, jika ingin memiliki basis kurikulum internasional harus terlebih dahulu menyandang akreditas mumpuni.
Baca Juga: BRI Raih Predikat Perusahaan Publik Terbesar di Indonesia versi Forbes Global 2000 Tahun 2025
“Sekolah ini belum pernah diakreditasi. Padahal, untuk mengajukan izin kurikulum Cambridge harus melalui akreditasi dulu,” terangnya. ***



