POJOKSATU.id - Intensitas aktivitas vulkanik Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur semakin meningkat.

Gunung Semeru terpantau terus menyemburkan abu vulkanik setinggi 500 hingga 1.000 meter.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menghimbau warga sekitar untuk waspa dengan kondisi Gunung Semeru.

Terutama denga potensi terjadinya guguran awan panas dan banjir lahar mengingat intensitas letusan yang terus meningkat.

Saat ini tercatat telah terjadi 48 kali letusan, 11 kali hembusan, 13 kali Tremor Harmonik, 1 kali vulkanik dalam, 7 kali tektonik jauh dan 1 kali getaran banjir lahar hujan.

"Berdasarkan laporan yang kita terima dari pos pantau ada beberapa kali aktivitas vulkanik Gunung Semeru," ujar Kalaksa BPBD Lumajang, Patria Dwi Hatiadi.

Tepat satu minggu lalu, pos pantau mencatat terjadi erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1500 meter.

Namun hingga saat ini belum ada laporan terkait dampak yang ditimbulkan.

Baca Juga: Hasil Malaysia Open 2025, Putri KW Melaju ke Perempat Final, Disusul Ganda Putri Lanny/Fadia, Lainnya Kandas

BPBD juga menghimbau masyarakat untuk waspada terlebih saat ini masih musim penghujan.

"Yang perlu kita antisipasi sekarang ini kita memasuki musim penghujan, harus kita waspadai apabila di atas hujan bersamaan dengan aktivitas vulkanik itu kondisi ancaman bahayanya lebih tinggi," lanjutnya.

Berdasarkan analisis BNPB, dengan meningkatnya aktivitas letusan, saat ini Gunung Semeru ditetapkan dalam status 'waspada' atau level dua.

Warga dilarang melakukan aktivitas apapun dalam radius 3 km dari puncak kawah dan 8 km dari pusat erupsi di sektor tenggara atau Besuk Kobokan.***