POJOKSATU.ID- Laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman menyebutkan terdapat guguran lava sebanyak 26 kali ke arah Hulu Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1800m, Minggu 4 Agustus 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, cerah, dan mendung.
Angin bertiup tenang, lemah, sedang ke arah barat, timur.
Suhu udara 14.7-26 °C, kelembaban udara 60-95.4 %, dan tekanan udara 874.3-918.7 mmHg.
Gunung terlihat jelas, kabut 0-III, kabut 0-II.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 50 m di atas puncak kawah.
Teramati guguran dengan jarak luncur 1600 m mengarah ke barat daya.
Tingkat aktivitas Gunung Merapi masih berada di level III siaga sejak 5 November 2020.
Berikut Rekomendasi Berdasarkan catatan BPPTKG :
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. ***



