POJOKSATU.id, JAKARTA—KPK menemukan aktivitas mantan Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang menukar uang miliaran rupiah ke mata uang asing periode 2021-2024.
Ridwan Kamil yang akrab disapa Kang Emil ini merupakan Gubernur Jabar mulai 5 September 2018 hingga 5 September 2023.
KPK menyebut aktivitas penukaran uang ini berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
“Sejauh ini kami menangkap, ada dugaan penukaran mata uang asing rupiah yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Dalam hal ini, Budi mengonfirmasi bahwa KPK tengah mendalami aktivitas Ridwan Kamil baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Adapun yang didalami terkait bersama siapa saja, kepentingannya untuk apa saja, dan juga sumber pembiayaannya dari mana.
KPK turut mendalami komunikasi Ridwan Kamil dengan pihak Bank BJB terkait dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB).
Semua penelusuran ini bergeser setelah KPK merampungkan fokus pada klaster pertama, yakni dugaan penyimpangan dan pengondisian dalam proses pengadaan iklan.
“Dan (di klaster pertama) saat ini fokus dalam penghitungan kerugian keuangan negara. Jadi, penyelidik juga paralel, intens berkoordinasi dengan pihak auditor negara dalam hal ini BPK,” ujar dia.
Sebelumnya, KPK telah menetapkan lima orang tersangka dalam kasus korupsi pengadaan iklan di Bank BJB yakni Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi.
Kemudian Pejabat Pembuat Komitmen sekaligus Kepala Divisi Corsec BJB Widi Hartoto.
Kemudian, pengendali agensi Antedja Muliatama dan Cakrawala Kreasi Mandiri Ikin Asikin Dulmanan.
Lalu pengendali agensi BSC Advertising dan Wahana Semesta Bandung Ekspress Suhendrik, serta pengendali Cipta Karya Sukses Bersama Sophan Jaya Kusuma.
Perbuatan kelimanya diduga telah menimbulkan kerugian negara hingga Rp222 miliar. KPK menduga duit tersebut masuk sebagai dana pemenuhan kebutuhan non bujeter.
Ridwan Kamil menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat hanya satu periode saja.
Ia memimpin Jawa Barat didampingi oleh Uu Ruzhanul Ulum sebagai Wakil Gubernur.
Selama masa jabatannya, fokus utamanya meliputi digitalisasi birokrasi, pengembangan desa, dan peningkatan infrastruktur.***




