POJOKSATU.ID- Koordinator Simpul Aktivis Angkatan 98 (Siaga 98) Hasanuddin mendesak agar Firli Bahuri buka-bukaan rencana jahat dan serangah balik para koruptor (Corruptors Strike Back) terhadap lembaga yang dia pimpin saat ini.
Buka-bukaan perihal Corruptors Strike Back itu harus disampaikannya ke pada Dewas KPK, mengingat dirinya juga akan dipanggil Dewas KPK.
Pemeriksaan Firli oleh dewas KPK, kata dia, adalah kesempatan bagus bagi Firli Bahuri untuk menjelaskan apa yang diketahuinya terkait Corruptors Strike Back.
Baca Juga: Situs Kemenhan Diretas, Roy Suryo Sebut Penanganan Pemerintah Kurang Gercep
"Tentu Firli mengetahui banyak data dan informasi terhadap upaya pelemahan dan serangan balik ke KPK maupun pribadinya selaku Ketua KPK," kata Hasanuddin kepada pojoksatu.id, Kamis (2/11/2023).
Hasanuddin juga berharap dalam pemanggilan yang dilakukan Dewas KPK itu, Firli Bahuri tidak hanya menjelaskan peristiwa yang yang hendak diketahuinya.
Namun Firli Bahuri sebaiknya buka-bukaan apa yang diketahuinya terkait Corruptors Strike Back atau serangan balik dari koruptor.
Baca Juga: FIFTY FIFTY Resmi Umumkan Membentuk Grup Baru Bersama Keena dengan Tiga Member Baru
"Kami berharap Firli Bahuri membukanya dalam pemeriksaan pendahuluan di Dewas KPK," ujarnya.
Kendati demikian, aktivis 98 ini menyayangkan sikap Firli Bahuri yang tetap bungkam, dan terkesan tidak mau berpolemik serta memilih diam dalam kasus serangan para koruptor terhadap dirinya.
Padahal, Firli Bahuri bisa saja berkoordinasi dengan LPSK untuk memberikan keterangan di Dewas KPK untuk membongkar niat jahat serangan balik para koruptor.
"Kesaksian Firl ini dapat membuat terangnya peristiwa yang menimpanya," tegasnya.
Baca Juga: DPMPTSP Karawang Siapkan Layanan Fasilitasi Mediasi Masalah Pemohon Izin
Seperti diketahui, Dewan Pengawas Komisi pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) akan memeriksa Firli Bahuri terkait dugaan pelanggaran etik atas pertemuan dengan Syahrul Yasin Limpo (SYL).
Pemeriksaan Ketua KPK itu seharusnya dilakukan kemarin, Kamis (26/10/2023), namun batal karena Firli meminta penjadwalan ulang.
"Minta dijadwalkan ulang setelah tanggal 8 November," kata anggota Dewas KPK, Albertina Ho, Jumat (27/10/2023) ***



