POJOKSATU.id – Jagat media sosial kembali dihebohkan sebuah video yang memperlihatkan aksi nekat seorang pria yang memaksakan motor matic bekerja layaknya kendaraan angkut.

Rekaman yang diduga terjadi di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat itu memperlihatkan tumpukan kardus menjulang tinggi.

Tak hanya itu di bagian belakang motor bahkan melebar hingga melebihi bodi kendaraan.

Baca Juga: Masjid Al-Syuro Garut, Masjid Bergaya Art Deco yang Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan

Tumpukan kardus tersebut disusun dengan rapi oleh dua pria.

Satu per satu kotak ditata mulai dari samping hingga menutup hampir seluruh area belakang motor.

Setelah itu, tumpukan besar tersebut diikat menggunakan tali rafia agar tidak mudah bergeser.

Baca Juga: Masjid Al-Syuro Garut, Masjid Bergaya Art Deco yang Jadi Markas Pejuang Kemerdekaan

Dari cara mereka bekerja, terlihat jelas keduanya sudah terbiasa melakukan hal serupa.

Yang membuat warganet makin heran, setelah bagian belakang penuh hingga menyerupai pickup mini, kardus masih ditambahkan di sisi depan.

Kotak-kotak itu diletakkan di depan badan pengendara hingga hampir menutupi dadanya, membuat ruang gerak semakin sempit dan setang motor sulit bermanuver.

Baca Juga: VIRAL Tarawih Berhadiah Sepeda hingga Mesin Cuci, Masjid di Gresik Mendadak Penuh Setiap Malam

Saat akhirnya pria tersebut naik ke motor, tidak terlihat sedikit pun keraguan di wajahnya.

Ia hanya mengenakan kaos, celana pendek, dan sandal jepit tanpa helm atau perlindungan apa pun.

Motor kemudian melaju perlahan, sementara tumpukan kardus terlihat bergoyang mengikuti ritme jalan.

Video itu langsung menuai reaksi keras dari netizen. Banyak yang menilai aksi tersebut sangat membahayakan, bukan hanya bagi pengendara, tetapi juga pengguna jalan lain.

Jika motor oleng atau perlu rem mendadak, risiko kecelakaan bisa fatal.

Baca Juga: VIRAL Tarawih Berhadiah Sepeda hingga Mesin Cuci, Masjid di Gresik Mendadak Penuh Setiap Malam

Ada yang menyebut pria itu memiliki skill dewa, ada pula yang menyamakan motor matic tersebut dengan mobil Grand Max karena sanggup mengangkut muatan sebesar itu.

Namun mayoritas tetap meminta pihak kepolisian turun tangan, mengingat tindakan seperti ini tidak hanya melanggar aturan, tapi juga mengancam keselamatan di jalan raya.***