POJOKSATU.ID - Jembatan 1 Barelang, ikon kebanggaan Kota Batam, Kepulauan Riau, menjalani prosesi pembersihan.
Yang tidak biasa pada akhir pekan kemarin.
Bukan sekadar dibersihkan dari debu atau lumut, jembatan sepanjang lebih dari satu kilometer itu disemprot menggunakan 5.000 liter air ruqyah.
Yang diyakini sebagai air doa untuk menetralisir energi negatif dan gangguan nonfisik.
Baca Juga: Pemindahan ASN ke IKN Ternyata Lewat 3 Tahap Seleksi, Begini Cara Pemerintah Menyaringnya!
Aksi unik tersebut diinisiasi oleh Komunitas Ruqyah On The Street (RoS) Batam.
Bekerja sama dengan Yayasan An Nubuwah, sebagai respons terhadap meningkatnya kasus percobaan bunuh diri di kawasan wisata tersebut dalam dua tahun terakhir.
Menurut panitia, prosesi ruqyah massal ini menjadi bentuk ikhtiar awal agar kawasan Barelang.
Dapat kembali menjadi tempat wisata yang nyaman, aman, dan tidak lagi dibayangi stigma lokasi “rawan bunuh diri”.
Baca Juga: Lowongan Surveyor BKI Dibuka! Terima Fresh Graduate hingga Profesional Berpengalaman
Prosesi ruqyah dilakukan menggunakan satu unit truk tangki berkapasitas 5.000 liter.
Air yang berada dalam tangki tersebut telah dibacakan doa-doa khusus oleh para peruqyah sebelum kemudian disemprotkan ke sepanjang trotoar dan sisi jembatan.
Tindakan ini sebagai tanda simbolis, kita ingin membersihkan energi-energi negatif.
"dan mendoakan agar siapa pun yang datang ke sini hatinya bisa lebih tenang,” ujar Muhammad Ikhsan.
Biasanya ruqyah dilakukan dengan botol air mineral kecil, tetapi kali ini panitia mengerahkan metode yang jauh lebih besar.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus-kasus tragis yang terjadi di Jembatan Barelang.
Di balik aksi yang terlihat unik, tersimpan fakta yang cukup mengkhawatirkan.
Menurut data RoS Batam, dalam dua tahun terakhir terdapat 11 kasus percobaan bunuh diri di Jembatan Barelang.
Baca Juga: Viral Tumbler Rp300 Ribu, KAI Luruskan Informasi, Petugas Belum Dipecat
Dari jumlah tersebut, 8 orang meninggal dunia, sementara sisanya berhasil diselamatkan warga atau petugas.
Ikhsan menjelaskan bahwa tempat-tempat tertentu bisa menyimpan “energi buruk” atau aura negatif akibat peristiwa-peristiwa tragis yang terjadi berulang kali.
Bagi sebagian masyarakat, tindakan ruqyah massal ini menjadi bentuk simbolik untuk “mengembalikan keseimbangan” kawasan tersebut.
Ruqyah massal ini menjadi langkah awal yang menurut penyelenggara memiliki makna simbolik yang besar.
Mereka berharap Jembatan Barelang tidak lagi dikenal sebagai lokasi percobaan bunuh diri, tetapi kembali menjadi ikon wisata yang menyenangkan.
Penuh aktivitas positif, dan memberikan rasa aman bagi pengunjung.
Dengan prosesi pembersihan spiritual dan rencana lanjutan yang lebih konkret.
RoS berharap upaya ini setidaknya dapat memutus rantai peristiwa tragis yang belakangan membayangi jembatan tersebut.***




