POJOKSATU.ID – Banjir dan longsor besar yang menerjang Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, tidak hanya merusak rumah dan lahan pertanian, tetapi juga memutus infrastruktur vital.
Salah satu jembatan pada jalan nasional yang menjadi akses utama antar desa ambruk tersapu banjir, membuat ribuan warga terisolasi dan kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kerusakan jembatan itu menutup total jalur penghubung antarwilayah yang selama ini digunakan warga untuk bekerja, berbelanja kebutuhan pokok, hingga mengakses fasilitas kesehatan.
Baca Juga: DPR Gegerkan Publik! Usulan SIM Seumur Hidup Tiba-Tiba Muncul Lagi, Ada Apa?
Aliran sungai yang berada tepat di bawah jembatan berubah menjadi deras dan melebar setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut.
Dalam sebuah video yang dibagikan seorang warga di Tapanuli Tengah, terlihat momen menegangkan ketika sejumlah warga nekat menyeberang sungai yang sedang meluap dengan cara berpegangan pada kabel listrik yang tersisa dari jembatan yang runtuh.
Kabel tersebut tampak menggantung di tengah sungai, menjadi satu-satunya jembatan darurat yang bisa digunakan.
Rekaman itu memperlihatkan bagaimana warga harus menjaga keseimbangan sambil meniti kabel satu per satu, sementara arus air deras mengalir di bawah mereka.
Baca Juga: Warga Karawang Gotong Royong Pindahkan Badan Pesawat yang Terdampar di Area Persawahan
Beberapa warga bahkan harus dibantu dari sisi seberang agar dapat mencapai daratan dengan selamat.
Aksi berbahaya itu dilakukan karena tidak ada pilihan lain untuk bisa berpindah ke desa lain.
Situasi ini menggambarkan betapa seriusnya dampak banjir dan longsor di Taput.
Baca Juga: PPPK Kuansing Tahap I & II Akhirnya Dapat Kepastian Gaji Mulai Januari 2026, Segini Besarannya
Selain jembatan nasional, beberapa ruas jalan kabupaten juga dilaporkan tertimbun tanah longsor, sementara sejumlah desa mengalami pemadaman listrik dan kesulitan mendapatkan air bersih.
Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat lumpuh dan memaksa mereka bergantung pada bantuan dari luar.
Warga setempat menyampaikan bahwa pemerintah daerah sudah meninjau lokasi jembatan ambruk, namun hingga kini belum ada jembatan darurat yang dipasang.
Baca Juga: Harga Pupuk Subsidi Turun, Distribusi Nasional Dipercepat
Mereka berharap pemerintah pusat dan provinsi dapat bergerak cepat, karena akses yang terputus membuat distribusi logistik dan barang kebutuhan penting ikut terganggu.
“Kalau tidak ada jembatan, kami susah ke pasar. Anak-anak tidak bisa ke sekolah, dan orang sakit tidak bisa pergi ke puskesmas,” ujar salah seorang warga yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari jalur yang terputus. dikutip pojoksatu.id dari (instagram trendingbuzz.id)
Masyarakat juga meminta agar perbaikan tidak hanya bersifat darurat, tetapi dilakukan secara permanen dengan struktur yang lebih kuat dan mampu bertahan dari potensi bencana di masa depan.
Baca Juga: Putusan Final MA Tegaskan Hak Kepemilikan Merek Kutus Kutus, Investor dan Pasar Dapat Kepastian
Sebab, daerah Taput dikenal sebagai wilayah dengan topografi perbukitan dan curah hujan tinggi, sehingga rentan terhadap banjir dan longsor.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur vital di wilayah rawan bencana membutuhkan pengawasan, perawatan, dan evaluasi rutin.
Kerusakan jembatan bukan hanya soal terputusnya akses, tetapi juga terkait keselamatan warga yang menggantungkan hidup pada jalur tersebut.
Sampai jembatan diperbaiki, warga Taput hanya berharap tidak ada kejadian tragis saat mereka terpaksa meniti kabel listrik di tengah derasnya sungai.
Mereka menunggu tindakan cepat pemerintah agar aktivitas dan kebutuhan hidup bisa kembali berjalan normal.***




