POJOKSATU.id - Luhut Binsar Pandjaitan akhirnya kesal dan muak karena sering sekali dikaitkan dengan PT Toba Pulp Lestari (TPL).
perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang bekerja dibidang pengolahan kayu di Sumatera Utara tepatnya di Tapanuli.
Ia membantah dengan mengunggah sebuah video yang berisi klarifikasi dirinya tidak terkait sama sekali dengan PT tersebut.
Baca Juga: Mengejutkan! Megawati Menyentil Kekuasaan: Demokrasi yang Sehat Butuh Kritik, Bukan Kepatuhan Buta
Dalam bantahannya tersebut ia mengatakan hanya ada saham dalam perusaahan tambang baru bara yakni bernama PT Toba Sejahtera Serta PT Kutai Energi.
Karena merasa kesal dan emosi ia pun sampai mengatakan.
"Kalau ada orang nuduh saya punya saham, saham mana? Tunjukin!" sebutnya.
Baca Juga: Mengejutkan! Megawati Menyentil Kekuasaan: Demokrasi yang Sehat Butuh Kritik, Bukan Kepatuhan Buta
"Saya maaf agak jengkel ini, karena menurut saya sudah menyangkut dignity, menyangkut harga diri,"
Tegasnya pada video yang diunggah dalam akun pribadi nya tersebut.
Malah dirinya mengaku bahwa sangat tidak setuju dengan PT Toba Pulp Lestari tersebut dan menolaknya.
"Kalau boleh jujur, saya sudah menolak keberadaan PT Toba Pulp Lestari sejak lebih dari 20 tahun lalu," tegas luhut lagi.
Baca Juga: Mengejutkan! Megawati Menyentil Kekuasaan: Demokrasi yang Sehat Butuh Kritik, Bukan Kepatuhan Buta
Luhut mengatakan penolakan ini dilandaskan oleh amanah saat menjadi Menperindag pada masa Presiden Gus Dur tahun 2001.
Dirinya mengatakan bahwa ia melihat langsung bagaimana masyarakat Danau toba yang mengeluh karena akibat perusahaan tersebut danau menjadi keruh dan berbau tidak sedap.
Tak hanya itu ia mengatakan bahwa akibat pembalakan hutan tersebut kawasan hutan menjadi semakin rusak.
Luhur berpesan kepada cucunya jika nanti membuat sebuah kebijakan ia berharap tidak membuat kebijakan yang merusak generi masa muda dan membahayakan masa depan negara.
Ia pun mengklaim sudah berkomunikasi dengan Presiden Prabowo untuk mengembalikan hutan yang rusak demi kepentingan rakyat.
Baca Juga: Bupati Karawang Umumkan Kenaikan Honor Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Rp1,5 Juta
Terkait videonya tersebut pun menjadi viral hal ini tetap menuai pro dan kontra dari banyak pihak.
Meski begitu Luhut sudah menjelaskan dengan menantang siapapun yang menuduhnya dengan memberikan bukti valid.***




