POJOKSATU.id – Pencarian terhadap korban pesawat ATR 42-500 yang hilang sejak 17 Januari akhirnya mencapai titik akhir.
Setelah tujuh hari menyisir medan terjal Gunung Bulusaraung, tim SAR gabungan memastikan seluruh korban telah ditemukan.
Momen itu disambut haru oleh para personel yang sejak awal berjibaku dalam cuaca ekstrem dan medan yang nyaris tak tersentuh.
Baca Juga: Lagi-lagi MBG Jadi Jagoannya, Viral Prabowo Sebut 600 Ribu Pekerja Lahir dari Dapur MBG di WEF
Informasi penemuan paket korban kembali mengalir sejak pagi.
“Alhamdulillah, berkat doa seluruh masyarakat Indonesia, pada pukul 08.33 WITA kami menerima laporan dari tim tombak Yonif 433 Kostrad bersama tim SAR gabungan telah menemukan paket kesembilan,”
Ujar Dody di Posko AJU dikutip pojoksatu.id dari liputan6 23/1/2026.
Tak butuh waktu lama hingga laporan berikutnya datang.
“Namun, pada pukul 09.16 WITA, paket 10 telah ditemukan oleh tim elang bersama tim SAR gabungan,” ungkapnya dikutip Pojoksatu.id dari CNNIndonesia 23/1/2026
Dengan temuan tersebut, jumlah korban yang berhasil ditemukan genap menjadi sepuluh orang.
Meski seluruh korban telah ditemukan, proses evakuasi masih berlangsung bertahap karena terhalang kondisi medan.
Baca Juga: Mondar-mandir di Perumahan, Pengedar Sabu di Karawang Ditangkap Warga dan Polisi
“Untuk evakuasi yang lima kemarin, dua sudah sampai di lanud. Masih kita tunggu tiga yang belum (evakuasi) yang kemarin dan sekarang dua paket masih proses untuk didekatkan ke titik penjemputan heli,” ujarnya menjelaskan situasi terkini.
Operasi pencarian ini dikenal sebagai salah satu yang paling menantang dalam awal tahun 2026.
Selain ketinggian dan kemiringan tebing, kabut tebal serta angin kencang membuat helikopter sulit bermanuver.
Tak jarang tim harus berjalan kaki berjam-jam membawa kantong jenazah melintasi jalur licin dan sempit.
Baca Juga: Lagi-lagi MBG Jadi Jagoannya, Viral Prabowo Sebut 600 Ribu Pekerja Lahir dari Dapur MBG di WEF
Dilansir CNN Indonesia oleh Pojoksatu.id Arif, salah satu perwakilan Basarnas, menegaskan bahwa operasi SAR memiliki batas waktu tertentu, namun tetap fleksibel mengikuti kebutuhan di lapangan.
“Menurut Arif, operasi SAR akan ditutup jika seluruh korban telah ditemukan."
"Namun, dalam operasi SAR tetap memiliki keterbatasan waktu sesuai ketentuan yang berlaku dan diperpanjang jika sesuai dengan kebutuhan,”.
Baca Juga: Lagi-lagi MBG Jadi Jagoannya, Viral Prabowo Sebut 600 Ribu Pekerja Lahir dari Dapur MBG di WEF
Jelasnya dikutip pojoksatu.id dari CNNIndonesia 23/1/2026
Ia menambahkan, “Kalau kita dapat satu lagi, Operasi SAR ditutup karena korban sudah lengkap, total sepuluh. Perpanjangan tergantung keputusan Kabasarnas,” katanya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, fokus selanjutnya beralih pada proses identifikasi lanjutan dan investigasi penyebab kecelakaan.
Baca Juga: Lagi-lagi MBG Jadi Jagoannya, Viral Prabowo Sebut 600 Ribu Pekerja Lahir dari Dapur MBG di WEF
Publik menantikan hasil penyelidikan KNKT yang diharapkan dapat mengungkap secara jelas apa yang terjadi pada pesawat ATR 42-500 tersebut.***




