POJOKSATU.id, BANDUNG—Arsya bayi usia 2 tahun ditemukan selamat dari derasnya hantaman longsor di Desa Pasirlangu Kecamatan Cisarua Bandung Barat, Sabtu (24/1) dinihari.
Dia ditemukan dalam kondisi selamat di atas atap rumahnya. Belum jelas kisah Arsya berada di atap rumah, namun dari beberapa kisah yang beredar, dia diselamatkan ayahnya lebih dulu.
Asep Dadang Rusmana, kerabat korban sekaligus Ketua RT setempat di Desa Pasirlangu, Kamis (29/1), mengatakan, keluarga Arsya tinggal di Kampung Babakan.
Di rumah itu ada empat orang yakni ayahnya Komarudin, ibunya Epon, kakaknya Feby, dan si bungsu Arsya.
Baca Juga: Kementerian Haji Dorong Fatwa MUI, Naik Haji Pakai Uang Korupsi Disebut Haram
Menurut Asep, ada dua kali kejadian longsor pada Sabtu dinihari itu. Dimana pada longsor pertama, Komarudin sempat menyelamatkan Arsya dengan menaruhnya di atap rumah.
Saat longsor pertama menutup akses keluar, Komarudin mencari celah dan memilih satu-satunya jalur tersisa, yakni atap rumah.
“Anak yang paling kecil ini diselamatkan lebih dulu. Disimpan di atap rumah,” ujar Asep.
Komarudin lalu turun lagi untuk menolong istri dan anak sulungnya yang masih berada di dalam rumah.
Namun, sebelum upaya itu berhasil, longsor kedua datang dengan kekuatan lebih besar dan langsung menimbun rumah.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Sarankan Korban Longsor Cisarua Cari Kontrakan, Pengungsian Dinilai Picu Stres
“Yang tertimbun itu ayah, ibu, dan kakaknya. Ayah dan ibu sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Kakaknya sampai sekarang masih dalam pencarian,” kata Asep.
Tak lama setelah kejadian, Arsya yang masih berada di atap rumah segera dievakuasi oleh uwanya, yang datang menolong di tengah kondisi darurat. Balita itu selamat tanpa luka serius.
Jenazah Komarudin dan Epon yang telah ditemukan dan diidentifikasi langsung dimakamkan di dekat kediaman kerabat keluarga.
Sementara itu, proses pencarian terhadap Feby hingga kini masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Di tengah duka yang menyelimuti Kampung Babakan, harapan keluarga kini tertuju pada satu hal sederhana yakni menemukan Feby, agar keluarga kecil itu bisa kembali utuh, meski tak lagi bernyawa.
“Harapannya kakaknya ini bisa segera ditemukan,” ucap Asep.
Sementara Yayah, saudara Arsya lainnya bercerita, usai ditemukan di atap rumah oleh tim SAR, kondisi Arsya sempat lemas dan beberapa kali muntah.
Arsa sempat dibawa ke Puskesmas Pasirlangu untuk menjalani perawatan yang tak jauh dari lokasi kejadian longsor.
Yayah tak tahu bagaimana bisa Arsya bisa selamat dalam longsor dahsyat yang menimbun puluhan rumah tersebut.
Menurut Yayah, Arsya selamat ditemukan tim SAR sedang berada di atas genting rumahnya saat rumah lainnya di sekitar sudah tertimbun longsoran tanah. ***




