POJOKSATU.id, YOGYAKARTA— Istri Arya Daru Pangayunan, Meta Ayu Puspitantri, menceritakan kisah hidupnya bersama suami sambil berurai air mata.
Selama berumah tangga dengan Diplomat muda Kemlu itu, tidak ada konflik yang berarti dengan suami.
Kehidupan mereka bahagia dengan dua anak yang masih kecil-kecil.
Dia berharap keadilan dari Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit dan Menlu Sugiono atas kematian tragis suaminya 8 Juli 2025 lalu di kosnya di Menteng, Jakarta Pusat.
Baca Juga: Tak Lama Usai Kejadian Arya Daru, Diplomat Kemlu Ditembak Mati di Peru, Polisi Lakukan Penyelidikan
“Saya baru bisa datang sekarang karena sesuai alasan yang disampaikan Pak Nick (pengacara),” ujarnya mulai terisak saat konferensi pers di salah satu kafe di Yogyakarta, Sabtu (27/9/2025).
“Bahkan sebenarnya pun sampai sekarang saya secara pribadi merasa seperti mimpi ya, saya tahu ini memang kenyataan,” katanya lagi.
“Tapi ada bagian dari diri saya, yang ini seperti mimpi karena kehilangan seorang Arya Daru Pangayunan yang sudah menjadi bagian dari diri saya sejak umur kami 10 tahun, itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata rasanya,” ungkap Pita dengan nada bergetar.
Dia pun menceritakan masa mereka berkenalan dan bermain bersama sejak umur 10 tahun atau sejak kelas 5 SD di Yogyakarta.
Baca Juga: Empat Kejanggalan Kematian Arya Daru Pangayunan versi Keluarga, Polisi Terlalu Dini Menyebut Depresi
Lalu lanjut pertemanan masa SMP dan SMA serta berpacaran selama 2 tahun sebelum memutuskan menikah.
“Itulah kehidupan kami. Alhamdulillah sampai akhirpun tidak ada konflik yang gimana gitu,” tegasnya.
“Kehidupan kami berempat itu sangat menyenangkan. Dengan segala kedataran itu sangat menyenangkan,” katanya lagi.
Menurutnya, Arya Daru seorang pendengar yang sangat baik. Pita mengenang sosok Daru sebagai sosok yang sering memberikan solusi yang menenangkan, serta sosok yang dapat menjaga amarah.
Baca Juga: Viral Mercy Plat TNI Zigzag Ugal-ugalan di Jalan Antasari Jaksel, Mayjen Ardianzah Beri Penjelasan
"Saya banyak belajar dari beliau, untuk menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain," tutur Pita.
Dalam kesempatan ini, Ayu memohon kepada Presiden Prabowo, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, dan Menlu Sugiono agar pengusutan kasus kematian suaminya dilakukan transparan.
“Kepada Bapak Presiden, Bapak Kapolri, dan Bapak Menlu, saya hanya bisa berharap dan memohon agar kasus ini dapat selesai dengan baik, jujur, dan transparan," kata Ayu.
Ia menyampaikan bahwa sang suami sangat berharga bagi dirinya, anak-anak, dan keluarga.
Selain itu, teman-teman yang pernah berinteraksi langsung dengan Arya Daru pun merasakan kebaikannya.
“Sebegitu berharganya Mas Daru bagi saya, anak-anak, orang tua, dan keluarga dan bagi teman-teman yang pernah berinteraksi dengan Mas Daru, pasti merasakan kebaikan beliau,” katanya.
Sementara itu, penasehat hukum keluarga Arya Daru Pangayunan, Nicholay Aprilindo membeberkan alasan Meta Ayu baru bisa tampil ke publik usai dua bulan lebih kematian suaminya.
"Kenapa baru sekarang istri almarhum tampil bersama ibunda dan ayahanda karena secara psikologis seseorang yang mengalami kedukaan tentu beliau sangat traumatis yang mendalam,” katanya.
“Ditinggal seorang suami dan dua anak yang masih kecil-kecil. Dengan keadaan tiba-tiba tanpa disangka,” kata Nicholay lagi.***




