POJOKSATU.id - Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengungkap cerita menarik di balik awal kemunculannya dalam Pilkada DKI Jakarta.
Dalam sebuah podcast Ruang Sahabat dari Youtube Mahfud MD Official, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengaku awalnya dirinya bukan pilihan utama untuk mendampingi Joko Widodo.
Ahok mengatakan bahwa saat proses pencarian calon wakil gubernur berlangsung, namanya bukan yang diinginkan oleh Jokowi.
Baca Juga: Daftar Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Pemudik Wajib Tahu!
Menurutnya, saat itu ada kandidat lain yang lebih diharapkan.
“Pak Jokowi maunya di Miswar, bukan saya,” ungkap Ahok dikutip Pojoksatu.id dari YT Mahfud MD Official.
Ia menjelaskan bahwa secara politik dirinya memang tidak dianggap sebagai kandidat yang kuat pada saat itu.
Baca Juga: Heboh Diskon Tol 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026! Ini Deretan Tol Trans Jawa yang Lebih Murah
Bahkan Ahok merasa dirinya adalah kandidat dengan peluang yang sangat kecil.
“Saya kartu mati, Chinese, Kristen, bukan Betawi,” katanya.
Pernyataan itu menggambarkan kondisi politik Jakarta saat itu, di mana faktor identitas kerap menjadi pertimbangan dalam kontestasi politik.
Baca Juga: Daftar Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Pemudik Wajib Tahu!
Meski begitu, dinamika politik justru membawa arah yang berbeda.
Ahok mengaku terkejut ketika akhirnya dirinya justru dipilih oleh Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri.
“Ibu Mega pilih Ahok,” ujarnya.
Keputusan tersebut kemudian membuat Ahok resmi maju sebagai calon wakil gubernur mendampingi Joko Widodo dalam Pilkada DKI Jakarta.
Pasangan Jokowi-Ahok saat itu berhasil menarik perhatian publik dengan gaya kepemimpinan yang dianggap berbeda dari pola politik sebelumnya.
Baca Juga: Ahok Sentil Penguasa Sebut Rakyat Dibikin Bodoh dan Miskin Supaya Mudah Dikuasai
Keduanya kemudian memenangkan Pilkada Jakarta dan memimpin ibu kota hingga Jokowi terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia pada 2014.
Ahok pun melanjutkan kepemimpinan di Jakarta sebagai gubernur setelah Jokowi maju ke tingkat nasional.
Cerita yang diungkap Ahok tersebut menjadi gambaran bagaimana dinamika politik sering kali berubah di luar prediksi.
Baca Juga: Daftar Tol Trans Sumatera Diskon 30 Persen Saat Mudik Lebaran 2026, Pemudik Wajib Tahu!
Sosok yang awalnya dianggap tidak memiliki peluang justru bisa menjadi bagian penting dalam perjalanan politik nasional.
Pengakuan Ahok itu juga memperlihatkan bagaimana keputusan politik dalam partai dan koalisi bisa menentukan arah kontestasi yang akhirnya mengubah peta kekuasaan.***




