POJOKSATU.ID - Sebuah era kontroversial berakhir bagi Ahmad Sahroni setelah ia dilengserkan dari jabatannya sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI.
Perubahan statusnya menjadi anggota Komisi III DPR RI biasa bukan sekadar rotasi politik.
Melainkan juga puncak dari serangkaian kontroversi dan skandal yang terus-menerus menggerogoti kredibilitasnya.
Baca Juga: Video Viral Demo di Kwitang: Saat Polisi Mengacungkan Jari Tengah di Tengah Demonstrasi !
1. Pernyataan Kontroversial "Orang Tolol Sedunia"
Salah satu insiden paling memicu kemarahan publik adalah pernyataannya yang menyebut pihak yang ingin membubarkan DPR sebagai "orang tolol sedunia".
Pernyataan ini dilontarkan di tengah desakan publik yang menuntut perbaikan kinerja parlemen.
Namun Sahroni justru memilih melontarkan hinaan yang sangat merendahkan.
Sikap arogannya dianggap tidak mencerminkan wakil rakyat yang seharusnya mendengarkan aspirasi.
Baca Juga: Jelang Subuh Mako Bimob Kelapa Dua Diserang, Anggota Pukul Mundur Massa untuk Membubarkan Diri
2. Kontroversi Jual Beli Jabatan
Sahroni pernah membuat heboh dengan menuding adanya praktik jual beli jabatan di lingkungan DPR.
Meskipun ia tidak menyebut nama secara spesifik, tuduhan ini menciptakan ketegangan dan kecurigaan di internal parlemen.
Pernyataan ini membuka kotak pandora yang selama ini menjadi rahasia umum, meskipun sebagian menganggapnya sebagai manuver politik.
3. Gaya Hidup Glamor dan Kontroversi "Sultan"
Sahroni juga dikenal dengan gaya hidupnya yang sangat mewah dan dijuluki "Sultan Priok".
Gaya hidup yang kontras dengan kondisi mayoritas rakyat ini sering kali menjadi bahan kritik.
Publik sering kali mempertanyakan etika seorang wakil rakyat yang memamerkan kemewahan di tengah penderitaan ekonomi masyarakat, menciptakan citra yang jauh dari sosok pemimpin yang merakyat.
Baca Juga: Daftar Pejabat di Tengah Badai Demonstrasi Dikabarkan Kabur Singapura hingga Aysik di Mal
4. Kunjungan di Tengah Badai
Di tengah demonstrasi yang memanas, keberadaan Sahroni di luar negeri menjadi sorotan tajam.
Beredarnya tangkapan layar yang menunjukkan ia berada di bandara dan diduga sedang menuju Singapura semakin memanaskan situasi.
Keberadaannya di luar negeri saat rakyat bergelora dianggap sebagai sikap tidak bertanggung jawab dan lari dari masalah.
Pencopotan Ahmad Sahroni dari posisi pimpinan komisi merupakan akhir dari serangkaian kontroversi yang menggerogoti karirnya.
Meskipun ia masih menjabat sebagai anggota DPR, reputasinya sebagai politisi yang penuh kontroversi akan terus melekat, menjadi pelajaran penting bagi para pejabat publik lainnya.***
Silahkan akses artikel lainnya melalui apps kami:
Baca informasi menarik lainnya dari penulis: Ferdy Wamala




