PojokSatu.id — Nama Ahmad Sahroni kembali menjadi pusat badai opini publik.
Setelah rumahnya dijarah dan fotonya viral, kini rentetan fitnah brutal menghantam dirinya.
Mulai dari tuduhan kabur ke Singapura, disebut homo, pedofil, hingga korupsi uang rakyat.
Namun bagi Sahroni, semua itu bukan serangan biasa dari warganet melainkan “serangan sistematis yang digerakkan oleh mesin besar.”
“Bayangin, dibilang homo lah, pedofil lah. Ini pembunuhan karakter,” ujar Sahroni dalam podcast yang kini viral di YouTube Total Politik.
“Ini alat gede yang dipakai. Ini bukan organik. Ini mesin yang jalan,” tegasnya.
Dihajar Hoaks dari Segala Arah
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Disulap Jadi Sumber Energi, Andra Soni Pimpin Transformasi Lingkungan Banten
Sejak tragedi penjarahan rumahnya di Tanjung Priok, Sahroni mengaku hidupnya berubah total. Bukan hanya trauma fisik, tapi juga serangan digital yang tiada henti.
Isu-isu liar bermunculan tanpa dasar disebut melarikan diri ke luar negeri, punya “flashdisk rahasia”
Hingga dijuluki “Black Mamba” karena rumor aneh di media sosial.
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Disulap Jadi Sumber Energi, Andra Soni Pimpin Transformasi Lingkungan Banten
“Gua enggak kabur ke Singapura. Gua enggak ke Frankfurt. Gua di sini, di rumah ini,” tegasnya.
“Lalu tiba-tiba muncul hoaks gila katanya gua homo, pedofil, nyimpen video aneh, bahkan katanya flashdisk gua dihargai satu miliar. Gila!”
Bagi Sahroni, semua tuduhan itu terlalu terstruktur untuk disebut kebetulan.
Baca Juga: Tanggapi Foto Kemayu di Lapangan Golf, Ahmad Sahroni Sebut Itu Hiburan, Bukan Jadi Caddy!
“Itu alat gede yang dipakai. Ini bukan netizen biasa yang bikin gosip. Ini mesin. Mesin politik, mesin benci, mesin fitnah,” katanya penuh tekanan.
“Pembunuhan Karakter Itu Nyata”
Sahroni menyebut apa yang dialaminya sebagai bentuk pembunuhan karakter modern memadukan media sosial, framing opini, dan disinformasi untuk menggiring persepsi publik.
Baca Juga: Efek Domino Bersih-Bersih ASN 2026, Siapa yang Aman dan Siapa yang Terancam?
Ia bahkan menyebut ada “kelompok yang menggunakan alat besar” untuk menggiring narasi tentang dirinya.
“Ini bukan sekadar orang iseng bikin konten. Ini mesin yang nyerang, Bang,” ujarnya dengan nada getir.
“Bayangin, ada akun Twitter centang biru ngaku-ngaku gua, maki-maki orang, lalu viral. Padahal gua cuma punya Instagram satu-satunya.”
Baca Juga: Lima Tips Memilih Tanaman untuk Interior Kamar, Menumbuhkan Ketenangan, Tidur jadi Lebih Nyenyak
Ia juga menyindir bagaimana dunia digital bisa dengan cepat menghakimi tanpa verifikasi.
“Sekarang kredibilitas centang biru aja bisa dipertanyakan, Bang. Apalagi berita hoaks yang dibuat masif,” katanya.
Dari Fitnah Seksual hingga Tuduhan Korupsi
Dalam podcast itu, Sahroni menyebut sejumlah tuduhan yang diarahkan padanya tak masuk akal.
Selain fitnah orientasi seksual, ia juga diserang isu korupsi dan penyalahgunaan jabatan.
Baca Juga: 3.000 PPPK Paruh Waktu Sudah Lolos Tapi Belum Punya NIP, Begini Penjelasan Resminya
“Dibilang uang gua dari rakyat. Gimana duit rakyat sampai ke gua, gitu? LHKPN gua dilaporin tiap tahun sejak 2013,” tegasnya.
“Semua kekayaan gua dari bisnis sebelum jadi anggota DPR. Bukan dari gaji negara.”
Sahroni bahkan menyebut dirinya jarang tahu berapa gaji yang diterima sebagai anggota DPR.
Baca Juga: Tinawati Andra Soni Dorong Sinergi CSR dan Posyandu untuk Percepat Pemberdayaan Keluarga di Banten
“Hari ini aja gua baru tahu tunjangan Rp50 juta. Itupun enggak gua nikmatin. Gua lebih banyak sedekah tiap Jumat,” katanya.
Bagi Sahroni, tuduhan korupsi hanyalah bagian dari narasi besar yang disusun untuk menodai reputasinya.
“Tujuannya jelas: hancurin nama gua, hancurin kredibilitas gua. Supaya orang lupa kerja gua di DPR,” tegasnya.
Tahu Siapa Dalangnya, Tapi Pilih Diam
Menariknya, Sahroni mengaku tahu siapa yang berada di balik kampanye gelap tersebut. Namun ia memilih untuk tidak mengungkapkannya secara terbuka.
“Gua tahu kok dalangnya. Tapi gua enggak mau sebut,” ujarnya singkat.
“Yang jelas ini bukan kerjaan netizen. Ini kerjaan orang-orang yang punya kepentingan, yang enggak senang gua bersuara keras.”
Baca Juga: TPA Jatiwaringin Disulap Jadi Sumber Energi, Andra Soni Pimpin Transformasi Lingkungan Banten
Sahroni percaya Presiden Prabowo dan aparat hukum akan menindaklanjuti kasus ini secara transparan.
“Presiden pasti tahu. Dan gua yakin beliau akan investigasi. Ini bukan hal kecil,” ucapnya.
“Biar Mereka Dapat Rezeki dari Nama Gua”
Meski dihajar fitnah, Sahroni justru mengaku sudah memaafkan semua pihak yang memviralkan dirinya.
Baca Juga: Diprediksi Gagal di Lapangan, BSU Digital 2026 Masih Tersendat Karena Server Error dan Data Ganda
Bahkan ia menilai semua itu sebagai cara Tuhan menguji kesabarannya.
“Gua ucapin terima kasih kepada semua pihak yang sudah ngontenin gua. 285 juta manusia sekarang kenal Ahmad Sahroni,” katanya dengan nada campur tawa dan getir.
“Silakan cari rezeki dari nama gua. Gua ikhlas.”
Baca Juga: Serupa Tapi Tak Sama, Zakat dan Pajak, Distribusikan Kekayaan ke Publik, Bisakah Berdampingan?
Baginya, badai ini bukan akhir. Justru pembuktian bahwa ia bisa tetap berdiri di tengah arus kebencian digital.***




