Ahli Rumput Bicara, Terbongkar Sudah Alasan Rumput JIS harus Diganti Jawab Koar-koar Kubu Anies Baswedan


POJOKSATU.id - Terbongkar sudah alasan kenapa rumput JIS (Jakarta Internasional Stadium) harus diganti.

Penggantian rumput JIS sendiri telah memicu polemik, terutama dari pendukung Anies Baswedan dengan pendukung Erick Thohir.

Penggantian rumput JIS itu sendiri dilakukan lantaran JIS akan digunakan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-17 2023.

Polemik ini terjadi lantaran kedua kubu bersilang pendapat.

Kubu pendukung Anies Baswedan mengklaim bahwa rumput JIS merupakan rekomendasi FIFA.

Sementara kubu pendukung Erick Thohir menyatakan bahwa memang rumput di stadion yang dibangga-banggakan Anies Baswedan itu tidak lebih dari polits.

BACA JUGA: Rumput JIS Bakal Diganti Seluruhnya, Biayanya Rp6 Miliar

Alasannya tentu saja untuk merusak citra baik Anies yang sudah dideklarasikan sebagai capres 2024.

Karena itu, dilakukan inspeksi atau pemeriksaan langsung kondisi rumput JIS oleh sejumlah pihak bersama sejumlah kementerian.

Diantaranya adalah 'pakar' ahlinya rumput Qamar Mustaqim.

 

Polemik rumput JIS


Penggantian rumput JIS itu memantik reaksi keras dari kubu pendukung Anies Baswedan.

Pendukung mantan Gubernur DKI Jakarta ini mengingatkan Ketua Umum PSSI Erick Thohir tidak terburu-buru mengganti rumput JIS.

Semestinya PSSI lebih dulu mengajukan stadion-stadion yang akan jadi veneu Piala Duni U-17 dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada FIFA.

BACA JUGA: 6 Stadion Ini Berpotensi Gantikan SUGBK Jadi Venue Piala Dunia U-17, Termasuk JIS

Mereka juga mengingatkan agar jangan lebih dulu menghakimi JIS dengan menganggapnya tidak layak untuk Piala Dunia U-17.

"Ojo kesusu (jangan buru-buru) dan menghakimi, biarkan FIFA yang menilai. Setorkan aja 6 stadion RI, lalu cek apa rekomendasinya (FIFA). Jika harus ada perbaikan, maka ikut saja," ujar Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.

Sementara, Erick Thohir mengakui bahwa satu-satunya pihak yang memiliki standarisasi stadion yang akan dipakai piala dunia tidak lain adalah FIFA.

Bukan PSSI, ataupun pihak manapun yang ikut dala inspeksi JIS itu.

"Kita hanya memperbaiki meningkatkan semua yang bisa sesuai dengan standar FIFA. Karena itu, ini merupakan bagian dari yang dilakukan pemerintah, khususnya Menteri PUPR sesuai dengan tugas dari bapak presiden (Jokowi)" ujar Erick Thohir.

Erick menjelaskan, inspeksi bersama dilakukan bertujuan untuk melihat kondisi terkini JIS yang akan diajukan ke FIFA sebagai salah satu venue untuk Piala Dunia U-17 2023.

BACA JUGA: Pembangunan JIS Habiskan Triliunan Rupiah Tapi Belum Berstandar FIFA, Kok Bisa?

Karena itu ia meminta semua pihak tidak menjadikan hal ini sebagai bahan polemik. Jika terjadi polemik, maka harus dihentikan.

"Polemik yang belakangan terjadi itu bukan polemik yang kita harapkan. Tetapi kita hadir ke sini sama-sama untuk membangun yang namanya stadium sesuai standar yang diinginkan sesuai (Piala Dunia) U-17," ujarnya.

 

Beberapa masalah


Berdasarkan hasil pemeriksaan ahlinya ahli rumput itu mendapati bahwa ada rumput JIS memang bermasalah.

Ada beberapa masalah yang ditemukan chairman Karya Rama Prima itu.

Mulai dari jenis rumput yang tidak sesuai dengan penanamannya, akar rumputnya, sampai pencahayaan yang kurang maksimal terhadap rumput JIS.

Diketahui bahwa rumput JIS itu merupakan rumput jenis japonica.

BACA JUGA: 10 Klaim Jakpro JIS Penuhi Standar FIFA, Langsung Menjawab Tudingan PSSI 

"Cuma ditanamnya di karpet sintetis, ini yang jadi masalah hanya itu saja. Medianya terlalu dangkal sehingga akar tidak tembus ke bawah," ungkap Qamar seperti diunggah di akun TikTok Langkat TV.

Akibatnya air tidak terpenuhi karena akarnya yang dangkal dan mataharinya tidak cukup.

Masalah lain yang ditemukan adalah sistem pencahayaan untuk rumput JIS.

Tepatnya pada daerah sisi selatan stadion hanya setengahnya saja terkena sinar Matahari.

"Dari jam 9 pagi sampai jam 2, selebihnya tidak kena matahari. Itu masalahnya di sini," bebernya.

Qamar melihat jenis rumput JIS sama dengan yang dipakai di Stadion Jalak Harupat, Bung Tomo, dan Palembang.

"Sama itu jenisnya japonica," imbuhnya.

BACA JUGA: Anies Baswedan Pamer Sebut Infrastruktur JIS Paling Rumit se-Dunia, Dibangun Tanpa Pekerja Asing

Usai menemukan permasalahan tersebut Qamal Mustaqim memberikan sejumlah solusi untuk permasalahan rumput JIS.

Dia mengusulkan kepada Menteri PUPR agar memindahkan lapangan yang sudah jadi, salah satunya dari lapangan golf.

Hal itu mengikuti pekerjaan yang pernah ia lakukan untuk Stadion Gelora Bung Karno (GBK) saat Asian Games 2018 lalu.

"Kalau rusak kita harus ganti langsung secara soding namanya. Itu solusi paling dekat karena 3 bulan. Kalau jangka panjang ganti rumput yang tahan soding," jelas Qamar.

 

Rumput hybrid pertama di Indonesia


Untuk diketahui, JIS merupakan stadion pertama di Indonesia yang menggunakan rumput hybrid.

Berdasarkan dokumen FIFA Quality Programme For Football Turf, ada beberapa jenis rumput yang dapat digunakan untuk stadion sepak bola.

BACA JUGA: Ada Apa Dibalik ‘Serangan’ PSSI ke JIS, Ini Jawaban Gubernur Anies Baswedan 

Di antaranya, natural turf (rumput alami), hybrid alami, hybrid sintesis dan sintesis.

Sementara komposisi rumput hybrid JIS meliputi 5 persen rumput sintetis berjenis limonta dari Italia dan 95 persen rumput alami berjenis Zoysia Matrella dari Boyolali, Jawa Tengah.

Di Eropa, rumput jenis hybrid telah digunakan di sejumlah stadion terkemuka.

Diantaranya Allianz Arena Stadium milik Bayern Munchen, Wanda Metropolitano Stadium di Madrid, hingga Tottenham Hotspur Stadium di London. (Guruh/Pojoksatu)