POJOKSATU.id - Isu dugaan penukaran uang miliaran rupiah oleh Ridwan Kamil kembali mengguncang publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan adanya temuan transaksi valuta asing bernilai jumbo pada periode 2021–2024.
Temuan ini bukan lagi sebatas rumor, sebab penyidik KPK secara terbuka menyatakan telah menangkap indikasi kuat penukaran uang dalam jumlah yang tidak biasa.
“Sejauh ini kami menangkap, ada dugaan penukaran mata uang asing rupiah yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah,” kata Budi Juru Bicara KPK, dikutip pojoksatu.id dari kompas.com 31/1/2026.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu di Jabar 2026 Digaji Berapa? Ini Acuan UMP dan Skema Pembayarannya
Pernyataan itu sontak membuat situasi memanas. Publik bertanya-tanya uang apa, untuk apa, dan apa hubungannya dengan persoalan hukum yang sedang ditelaah KPK?
Meski belum menyebutkan pihak yang paling bertanggung jawab, penyidik memastikan aktivitas penukaran uang ini menjadi salah satu klaster utama dalam pemeriksaan lanjutan.
"Kami juga mendalami berkaitan dengan penukaran-penukaran uang yang dilakukan.
Baca Juga: Pernyataan Paling Berani Pasca Lengser! Jokowi Siap Kerja Habis-Habisan Demi PSI
"Di mana dalam periode 2021–2024, sejauh ini kami meng-capture, ada dugaan penukaran mata uang asing rupiah yang nilainya juga mencapai miliaran rupiah,"
Tegas Budi, dikutip pojoksatu.id dari lawjustice.co 31/1/2026
Bukan hanya itu. KPK juga menelusuri komunikasi yang terjadi pada masa Ridwan Kamil menjabat Gubernur Jawa Barat, terutama kaitannya dengan pihak Bank BJB.
Baca Juga: PPPK Paruh Waktu di Jabar 2026 Digaji Berapa? Ini Acuan UMP dan Skema Pembayarannya
Klaster komunikasi ini menjadi penting karena diduga memiliki titik temu dengan aktivitas keuangan yang kini tengah didalami penyidik.
"Kemudian di klaster kedua, kami masuk untuk mendalami bagaimana komunikasi-komunikasi yang dilakukan oleh Pak RK,"
"yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat dengan pihak bjb," jelas Budi.
Hingga kini, status hukum Ridwan Kamil belum berubah.
Ia belum ditetapkan sebagai tersangka, namun penyelidikan semakin mengerucut pada alur dana, perjalanan luar negeri, serta rangkaian transaksi valas yang dinilai tidak lazim.
Baca Juga: Militer Iran Aktifkan 1.000 Drone Tempur Hadapi Perang dengan Amerika Serikat
KPK memastikan seluruh jejak keuangan akan dipetakan hingga tuntas.***




