POJOKSATU.id, MANDAILING NATAL - Viral sebuah video, sekelompok oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Mandailing Natal (Madina) melakukan tindakan arogan dengan mengeroyok Kasatpol PP dan Pemadam Kebakaran Madina Yuri Andri.
Bahkan salah satu pelaku yang berinisial AP sempat melayangkan pukulan yang membuat kepala Kasatpol PP Berdarah. Peristiwa ini terjadi pada Senin (5/6/2023) lalu, di halaman kantor Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Madina, Di Panyabungan.
Menurut seorang sumber anggota Satpol PP yang tidak mau disebutkan identitasnya, bahwa sikap arogan tersebut terlihat direncanakan. Pasalnya, salah satu Kabid Satpol PP yang berada di lokasi kejadian membiarkan peristiwa tersebut terjadi. Bahkan beberapa rekan AP sesama Satpol PP hanya menonton dan membiarkan kejadian tersebut.
BACA JUGA: Masih Dalam Pencarian, Seorang Ibu Muda Diterkam Buaya Saat Cuci Baju di Sungai Peranginan Labura
"Tampaknya telah direncanakan, karena yang ada di lokasi kejadian hanya menonton dan terlihat bersiap jika Kasatpol PP Yuri Andri melawan," ujar sumber itu kepada wartawan.
Disinggung mengenai penyebab kejadian, sumber anggota Satpol PP Madina itu mengatakan, sejak dilantik menjadi Kasatpol PP Mandailing Natal, Yuri Andri mulai melakukan sejumlah gebrakan, diantaranya memperketat administrasi dan meningkatkan disiplin anggota Satpol PP Madina.
"Kasatpol PP ini kan sosok yang cerdas, Beliau alumni STPDN dan sangat paham administrasi pemerintahan, jadi saat ini disiplin anggota dan adminstrasi yang ketat membuat beberapa diantara anggota Satpol PP Madina merasa keberatan, dan yang keberatan ini sebenarnya hanya sebagain kecil saja, yang selama ini memang tidak disiplin," ujar sumber tersebut.
Disebutkannya juga, sebelumnya Kasatpol PP Yuri Andri sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran menolak menandatangani sertifikat pemadaman yang diajukan oleh beberapa anggota, karena belum memiliki kualifikasi pemadaman.
BACA JUGA: Ternyata Ibu Muda yang Diterkam Buaya di Sungai Peranginan Labura, Sedang Mengandung 4 Bulan
"Beliau menolak, karena mal administrasi, belum kaulifikasi tapi diminta menandatangani sertifikat kaulifikasi," ujar sumber tersebut.
Sumber lainnya di Pemkab Madina menduga, ada aktor intelektual yang menghasut hingga terjadinya pemukulan tersebut, sebab kejadian tersebut terlihat direncanakan dan dibiarkan tanpa ada yang melerai.
"Bukan rahasia umum lagi di internal Satpol PP Madina, ada yang selama ini berkeinginan menjadi Kasatpol, namun tidak kesampaian, ini membuat kebijakan Kasatpol PP Yuri Andri ada saja yang menolak, padahal kebijakan tersebut sesungguhnya untuk kebaikan Anggota," ujar sumber.
BACA JUGA: Hadir di Medan, Chef Vindex Tengker Sajikan Menu Western Berpadu Andaliman
Dalam video yang beredar di masyarakat tersebut, terlihat Kasatpol Mandailing Natal, Yuri Andri mencoba tenang dan tidak meladeni ajakan perkelahian dari oknum honorer tersebut.
"Pak kasat cukup tenang, meskipun kepala beliau berdarah, tapi masih berupaya untuk menenangkan honorer tersebut. Bahkan beliau masih sempat meminta waktu untuk menunaikan sholat magrib karena kejadian tersebut terjadi saat jelang adzan magrib," ujar sumber di internal Satpol PP Madina.
Saat ini, Kasatpol PP Yuri Andri telah membuat laporan pengaduan atas kejadian yang menimpa dirinya di Polsek Panyabungan. (TIK/pojoksatu)
BACA JUGA: USDA Travel Show, Perkenalkan Produk Pertanian dan Olahan Makanan Paman Sam Ke Kota Medan




