POJOKSATU.ID - Bupati Aceh Tamiang Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi menyatakan kondisi wilayahnya sudah mulai berangsur pulih.

Pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah kawasan dalam beberapa pekan terakhir.

Armia menegaskan, saat ini tidak ada lagi desa yang terisolir dan seluruh bantuan logistik telah berhasil disalurkan ke masyarakat terdampak.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

“Kalau desa yang terisolir sudah tidak ada lagi. Seluruhnya sudah kita distribusikan logistiknya,” ujar Armia, dikutip dari CNN, 18 Desember 2025.

Menurut Armia, arus bantuan ke Aceh Tamiang terus mengalir dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, maupun lembaga dan relawan kemanusiaan.

Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke seluruh desa dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan.

Baca Juga: Penataan Guru Honorer 2025–2026 Dimulai! Pengabdian 5 Tahun Jadi Prioritas, Ini yang Perlu Disiapkan

“Hari ini bantuan sudah banyak yang masuk dan sudah kita distribusikan ke 216 desa sesuai permintaan para kepala desa,” ungkapnya.

Armia menjelaskan, pendistribusian logistik dilakukan secara bertahap dengan prioritas wilayah terdampak parah akibat banjir bandang dan longsor.

Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar masyarakat seperti makanan, air bersih, obat-obatan, dan perlengkapan darurat dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat.

Baca Juga: Tiga Pria Ngaku Anggota Polisi Culik Pria di Bekasi, Pacar Korban Kalang Kabut

Selain fokus pada distribusi bantuan, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga mulai menyiapkan langkah pemulihan jangka menengah.

Khususnya terkait tempat tinggal warga yang rumahnya rusak atau hanyut akibat bencana.

Armia mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.

“Untuk hunian sementara, kami sudah menyiapkan lahan milik pemerintah. Data-datanya juga sudah kami kirimkan ke Pemerintah Provinsi Aceh untuk ditindaklanjuti,” katanya.

Ia berharap pembangunan huntara, bahkan hunian tetap (huntap), dapat segera direalisasikan pada awal tahun 2026.

Bagi pembaca yang ingin ikut mengambil peran, silakan membuka tautan donasi melalui  teks ini ==> Gerakan Anak Negeri

Armia menargetkan proses pembangunan bisa dimulai pada Januari mendatang.

“Saya berkeinginan di bulan Januari, huntara dan huntap sudah bisa kita dirikan, insyaallah,” ucap Armia.

Sebelumnya, bantuan kemanusiaan juga dilaporkan telah diterima masyarakat di Desa Lubuk Sindup, Aceh Tamiang.

Baca Juga: Oknum ASN Dinas Lingkungan Hidup DKI Diduga Melakukan KDRT terhadap Istri, Korban Viralkan Kasusnya di TikTok, Berharap Respon Gubernur

Bantuan tersebut disalurkan oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Besar sebagai bagian dari solidaritas lintas daerah.

Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 10 ton, terdiri dari kebutuhan pokok dan perlengkapan darurat.

Bantuan ini difokuskan untuk wilayah-wilayah terdampak bencana di Aceh, termasuk Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Kota Langsa.

Baca Juga: Pemerintah Dinilai Lamban, Muhammadiyah Ancam Gugat Jika Bencana Sumatra Tak Jadi Nasional

Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Besar, H Saifuddin SE, berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat selama masa tanggap darurat.

Dengan tidak adanya lagi desa terisolir dan distribusi logistik yang mulai merata, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang berharap proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat.

Meski demikian, Armia menegaskan pemerintah daerah tetap waspada dan terus memantau kondisi lapangan untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.

Demikian update informasi terkait kepastian Bupati tentang pasokan logistik sudah masuk ke seluruh daerah Aceh Tamiang.***